CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan bantuan beras dan program mencetak sawah untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Langkah ini ditempuh menyusul hantaman kekeringan ekstrem yang menghambat akses pangan warga Mahakam Ulu.
Di sisi lain, kondisi sungai mengering dan wilayah tersebut belum memiliki sawah memadai.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Jalan Diponegoro, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis, 10 September 2026, mengatakan langkah ini menjadi bagian pemenuhan kebutuhan beras masyarakat.
Ia menjelaskan program cetak sawah juga ditujukan mengurangi ketergantungan Mahakam Ulu terhadap pasokan beras dari luar daerah.
“Kita melihat El Nino yang cukup panjang. Saat ini kering ekstrem terjadi di mana-mana,” tutur Seno Aji.
Seno Aji mengatakan pihaknya berangkat menuju Mahakam Ulu pada Jumat untuk menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat.
Bantuan beras tersebut dibawa menggunakan pesawat perintis menuju Datah Dawai. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan ketinting menuju Long Apari.
Ia menyebut perjalanan Datah Dawai menuju Long Apari membutuhkan waktu sekitar empat jam menggunakan ketinting.
“Tidak bisa dilalui apa pun. Tidak ada jalan, sungai kering. Hanya bisa ketinting, satu-satunya alat transportasi,” ujarnya.
Kondisi tersebut, menurut Seno Aji, menunjukkan tantangan masyarakat Mahakam Ulu memenuhi kebutuhan pangan di tengah keterbatasan lahan persawahan.
Karena itu, Pemprov Kaltim berencana membuka lahan persawahan aktif melalui program cetak sawah di Mahakam Ulu.
“Kita akan melakukan cetak sawah di Mahakam Ulu. Kita akan berikan mereka nantinya sawah aktif yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Mahakam Ulu,” katanya.
Seno Aji berharap program tersebut memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di wilayah pedalaman Kaltim.
Ia juga menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Kaltim memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan beras melalui pengembangan persawahan dan peningkatan produktivitas pertanian.
Bank Indonesia Kalimantan Timur mendorong transformasi pertanian melalui teknologi dan efisiensi budi daya guna meningkatkan produktivitas padi petani.
Upaya tersebut dilakukan melalui demplot Low External Input Sustainable Agriculture atau LEISA. Teknologi ini mengoptimalkan sumber daya lokal untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.
Pewarta: Taufik

















