CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, dan BIN, memperkuat pemantauan udara untuk memastikan kawasan sekitar IKN terbebas dari titik api baru.
Langkah ini sekaligus untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas.
“Patroli udara dilakukan untuk memastikan lokasi yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman dari darat maupun udara, termasuk operasi water bombing, benar-benar padam,” ujar Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis Sumadilaga, Jumat 11 September 2026.
Hasil pantauan udara menunjukkan di KM 31 area Tol Balikpapan – Samarinda sudah tidak ada lagi asap.
Namun di kawasan Wonotirto yang kemarin sudah padam, kembali timbul asap.
Begitu pula di Kecamatan Muara Jawa masih terlihat ada asap baru.
“Rata-rata sifat kebakaran ini dinamis. Bila sudah tidak ada asap, bukan berarti itu selesai,” ujar Danis.
Pemantauan mulai dilakukan melalui patroli udara menggunakan Helikopter Caracal H225M, berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, pada Kamis.
Patroli mencakup sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla, yakni Jalan Tol Balikpapan – Samarinda KM 31, Wonotirto.
Kemudian Muara Jawa, hingga Bukit Tengkorak 1 yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.
Ia bilang, kondisi karhutla yang dinamis membuat pemantauan tidak dapat dilakukan hanya setelah api berhasil dipadamkan.
Asap yang kembali muncul menjadi indikator bahwa masih terdapat potensi bara atau titik panas yang perlu segera ditangani.
Untuk itu OIKN bersama unsur terkait melakukan pemantauan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan data dari berbagai instansi.
Tujuannya untuk menentukan langkah penanganan baik melalui operasi udara maupun pengerahan personel di darat.
“Kami secara kontinu melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan,” jelasnya.
Berdasarkan data monitoring, ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan darat. Ini yang harus diupayakan, jangan sampai ada titik-titik baru.
Selain pemadaman, pihaknya juga melakukan pembasahan lokasi yang dinilai masih berpotensi memunculkan kembali api.
Pewarta: Widy

















