CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Masyarakat Samarinda tampak antusiasi terhadap Gerakan Pangan Murah yang dihelat Pemprov Kaltim.
Antusiasme mereka terlihat cukup tinggi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran 2026.
Masyarakat Samarinda memadati lokasi di laman Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH), Samarinda, pada Selasa (17/3/2026).
Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan menjelaskan, pangan murah ini langkah konkret pihaknya menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan.
“Gerakan pangan murah juga memberikan kemudahan akses bagi konsumen untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” ujarnya.
Pihaknya memastikan produk pangan pokok itu dapat dijangkau masyarakat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi.
Tak hanya harga terjangkau, pangan murah ini juga melibatkan 46 partisipan.
Mereka terdiri atas petani, peternak, nelayan, mitra binaan, hingga pelaku usaha bahan pangan strategis lainnya.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah juga berupaya memperkenalkan produk lokal hasil tani dan ternak langsung kepada masyarakat luas.
Dari laporan dari kabupaten/kota, stok pangan dan pergerakan harga di beberapa daerah di Kaltim saat ini masih relatif stabil meski telah memasuki hari ketiga menjelang lebaran.
“Di momentum ini, biasanya terjadi dinamika peningkatan kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan bahan-bahan itu tersedia dan harganya tetap stabil,” jelasnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Fahmi, juga melakukan berbagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah. Antara lain mencakup penguatan produksi pangan, optimalisasi pengolahan produk, penguatan distribusi dan logistik, hingga intervensi pasar melalui GPM serentak di berbagai wilayah.
Upaya ini juga menjadi bagian strategi pengendalian inflasi daerah, melalui pangan murah ini masyarakat memperoleh berbagai komoditas penting.
Semisal beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Komoditas beras menjadi buruan utama para ibu rumah tangga. Beras program pemerintah tersebut dibanderol Rp58 ribu per 5 kilogram.
Untuk harga bahan pangan lainnya seperti telur lokal Rp60 ribu satu piring dan telur omega Rp65 ribu per piring, minyak goreng kemasan 2 liter Rp42 ribu, gula 1 kilo Rp17 ribu dan tepung 1 kilo Rp12 ribu.
Adapun bawang merah Rp38 ribu, bawang putih Rp32 ribu, cabai rawit Rp85 ribu dan cabai keriting Rp40 ribu.
Tren kenaikan harga pangan di pasar sudah mulai dirasakan masyarakat sejak dua minggu lalu. Karena itu, kehadiran pangan murah ini dinilai sebagai penyelamat ekonomi keluarga.
Pewarta: Taufik

















