• Berita
  • Politik
  • Crimestory
  • Finansial
  • Bencana
  • Pangan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • SEO SCORE
dariMedia.id
Advertisement
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
No Result
View All Result
dariMedia.id
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
Home Ekonomi

Kelas Menengah Turun

Dari Media by Dari Media
19 Oktober 2026
in Ekonomi
0
Kelas

Ilustrasi, kelas menengah turun sampai 14 juta orang. (Kontan)

426
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai penyusutan kelas menengah bukan semata-mata menggambarkan masyarakat yang jatuh miskin.

Fenomena ini juga menunjukkan semakin banyak rumah tangga yang bergeser ke kelompok yang lebih rentan menghadapi tekanan ekonomi.

Jumlah penduduk kelas menengah Indonesia, menyusut tajam dari 60,8 juta orang pada 2018, menjadi 46,7 juta orang pada 2025.

“Penyusutan bukan cuma cerita tentang orang yang langsung jatuh miskin, melainkan tentang semakin banyak rumah tangga yang tidak mampu mempertahankan posisi ekonominya,” ujar Yusuf, dilansir Inilah, Minggu 18 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pergeseran terlihat dari membengkaknya kelompok menuju kelas menengah atau aspiring middle class yang kini mencapai sekitar 142 juta orang.

Kelompok ini berada satu tingkat di bawah kelas menengah sehingga relatif lebih rentan terhadap kenaikan harga, kehilangan pekerjaan, hingga tekanan utang.

Katanya, persoalannya bukan hanya berkurangnya kelas menengah, melainkan besarnya kelompok masyarakat yang belum memiliki fondasi ekonomi kuat untuk menghadapi guncangan.

Baca juga  Kehilangan Pekerjaan Akibat AI, Sebabkan Banyak Pengangguran

Menurut Yusuf, akar persoalan penyusutan kelas menengah terletak pada stagnasi pendapatan dan rendahnya kualitas pekerjaan.

Pandemi Covid-19 mendorong banyak pekerja beralih ke sektor informal dengan pendapatan lebih rendah, sementara pemulihan pekerjaan formal belum sepenuhnya terjadi.

Pada 2024, hanya sekitar 59 persen pekerja kelas menengah yang memiliki pekerjaan formal.

“Banyak pekerjaan baru mampu menopang kebutuhan sehari-hari, tetapi belum memberi pendapatan cukup untuk membangun tabungan, membeli aset, atau menghadapi guncangan,” jelasnya.

Kondisi ini memperlihatkan tersedianya pekerjaan belum tentu menjamin rumah tangga dapat meningkatkan kesejahteraannya. Pekerjaan dengan pendapatan terbatas dan minim kepastian membuat masyarakat sulit menyisihkan uang untuk tabungan maupun investasi jangka panjang.

Akibatnya, ketika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok atau kehilangan sumber penghasilan, ruang keuangan rumah tangga menjadi semakin sempit. Pendapatan yang semestinya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup justru habis untuk mempertahankan konsumsi sehari-hari.

Tekanan ekonomi juga terlihat dari kesenjangan antara pendapatan individu dan kebutuhan satu rumah tangga.

Baca juga  PPATK Kirim Data Pencucian Uang

Yusuf menyebut ambang pengeluaran kelas menengah berada di kisaran Rp2,13 juta per orang per bulan. Sedangkan rata-rata gaji lulusan perguruan tinggi pada November 2025 tercatat sekitar Rp4,63 juta.

Angka ini sekilas terlihat memadai jika hanya dihitung berdasar kebutuhan satu orang. Namun, situasinya berbeda ketika satu pekerja harus menanggung pasangan dan seorang anak.

Dalam kondisi ini, pendapatan Rp4,63 juta harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan tiga orang. Pengeluaran per anggota keluarga pun berpotensi berada di bawah ambang kelas menengah.

“Tekanan ini semakin besar karena biaya pendidikan, kesehatan, perumahan, dan cicilan naik lebih cepat daripada pendapatan,” tegas Yusuf.

Kelompok kelas menengah juga menghadapi persoalan dalam mengakses perlindungan sosial. Sebagian rumah tangga tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial, tetapi belum memiliki tabungan maupun aset yang cukup untuk menghadapi guncangan ekonomi.

Laju penyusutan kelas menengah juga menunjukkan perkembangan yang perlu diwaspadai.

Yusuf mencatat, jumlah kelas menengah pada 2025 berkurang sekitar 1,1 juta orang, jauh lebih besar dibandingkan penurunan sekitar 400 ribu orang pada 2024.

Pewarta: Puerto

Dari Media

Dari Media

Berita Terkait

IHSG
Ekonomi

Dugaan Pidana Pasar Modal Didalami

18 Oktober 2026
Harga minyak
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak

17 Oktober 2026
KDMP
Ekonomi

Operasional KDMP Tak Realistis

14 Oktober 2026
Emas Antam
Ekonomi

Harga Emas Antam Turun

10 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

13 Maret 2023
Pupuk Kaltim

Dirut Baru Pupuk Kaltim

13 Juli 2025
Kepala Dinas Jadi Dewas PDAM, MAKI: Tak Langgar Aturan

Kepala Dinas Jadi Dewas PDAM, MAKI: Tak Langgar Aturan

13 Mei 2026
Menpora Ajukan Pengunduran Diri

Menpora Ajukan Pengunduran Diri

10 Maret 2023
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

0
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

0
Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

0
Pemain persija jakarta marko simic saat tendangan salto

Marko Simic Kelelahan Usai Arak arakan Juara Piala Presiden

0
Rusuh

Eropa Bergolak, Rusuh Merebak

19 Oktober 2026
Kelas

Kelas Menengah Turun

19 Oktober 2026
Karhutla

Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan

19 Oktober 2026
Pangan

Pangan Menguat Harga Tercekat

19 Oktober 2026

Recent News

Rusuh

Eropa Bergolak, Rusuh Merebak

19 Oktober 2026
Kelas

Kelas Menengah Turun

19 Oktober 2026
Karhutla

Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan

19 Oktober 2026
Pangan

Pangan Menguat Harga Tercekat

19 Oktober 2026
dariMedia.id

dariMedia.ID bagian dari Cendana Network, di bawah naungan PT Multimedia Cendana Group. Menyajikan berita-berita ringan, berbeda, istimewa, dan berbobot.

Rubrikasi

  • Advertorial
  • Apps
  • Bencana
  • Berita
  • Business
  • Crimestory
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Finansial
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Geopolitik
  • HEADLINE
  • Health
  • Ibu Kota Nusantara
  • Intermeso
  • Internasional
  • Kabar Istana
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kementerian
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Newsroom
  • Oil and Gas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pangan
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pemkab PPU
  • Perbankan
  • Podcast
  • Politik
  • Regional
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Urban Design
  • World

Alamat Redaksi

Balikpapan:

Perumahan  Batu Ampar Lestari Tahap IV Rt 50, Blok D Nomor 01B.

Penajam Paser Utara:

Perumahan BTN Km 4/17, Penajam.

Untuk kerja sama dan partner, silakan berkorespondensi, melalui email:

redaksidarimedia@gmail.com

marketing@darimedia.id

sales@darimedia.id

Direct contact: 08115399950

  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi & Manajemen
  • Disclaimer
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Pemkab PPU
    • DPRD PPU
  • Kementerian
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Bencana
  • Kaltim
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.