CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut pembangunan IKN di Kalimantan Timur, direncanakan secara terperinci.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan, pembangunan IKN tidak dilakukan secara asal bangun.
“Seluruh proses dirancang berlapis mulai rencana induk, peraturan presiden, rencana detail tata ruang, hingga pengembangan kawasan yang dikendalikan dengan target terukur,” ujarnya, Kamis.
IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, itu direncanakan secara terperinci, terukur, dan dikendalikan secara konsisten.
Pembangunan tahap awal dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum, lalu dilanjutkan Otorita IKN dengan melibatkan kementerian, perguruan tinggi, swasta nasional dan asing, hingga masyarakat sekitar kawasan.
Menurutnya kolaborasi lintas sektor dilakukan agar pembangunan IKN dapat berjalan sesuai target waktu dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Prinsip bangunan hijau, gedung cerdas, infrastruktur terintegrasi, hingga pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dijalankan,” imbuhnya.
IKN juga dirancang sebagai kawasan modern yang mengedepankan efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan.
Termasuk teknologi digital dalam pelayanan publik, selain menjadi pusat pemerintahan negara Indonesia.
Ia menegaskan, IKN diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diharap mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antara Indonesia barat dan timur sekaligus mengurangi beban Jakarta.
“Konsep pembangunan IKN juga disiapkan dengan pendekatan kota masa depan,” katanya.
Pembangunan IKN masuk tahap krusial dengan sebanyak 115 paket konstruksi berjalan bersamaan di kawasan inti pemerintahan.
Paket ini meliputi pembangunan infrastruktur utama hingga fasilitas pendukung guna mempercepat terwujudnya ibu kota baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur.
Proyek pendukung, antara lain jalan tol, bendungan, jaringan energi, telekomunikasi, hingga sistem air minum terus dipercepat untuk menopang IKN, demikian Danis Hidayat Sumadilaga.
Pewarta: Widy

















