CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bontang bakal membangun vila premium di Bontang Kuala, Kaltim.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur.
Aspian berujar, rencana pembangunan villa Premium untuk menggaet wisatawan Ibu Kota Nusantara, IKN.
“Kita tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini,” papar Aspian melalui keterangan resminya, dinukil Senin, (25/5/2026).
Investasi vila ini, lanjut Aspian, bertujuan mengemas pesona penginapan atas air dan budaya bahari menjadi sebuah paket pariwisata premium.
“Paket pariwisata premium ini memiliki daya saing di tingkat nasional bahkan global,” imbuhnya.
Menurut Aspian langkah ini diambil Pemerintah Kota Bontang untuk memperkuat hilirisasi pariwisata daerah.
Pengembangan tidak melulu bertumpu pada sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi mesin utama ekonomi.
“Pemkot Bontang, kini mulai tancap gas mendorong investasi berbasis pengalaman dan daya tarik kawasan,” ucapnya.
Aspian menjelaskan vila tersebut dibangun dengan konsep penginapan eksklusif.
Konsep ini memadukan pesona hunian di atas air dengan fasilitas bertaraf internasional.
“Proyek boutique resort terapung ini resmi ditawarkan kepada para investor skala nasional,” jelasnya.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian kesiapan Kota Taman menjadi kawasan penyangga utama IKN Nusantara di Kaltim.
Aspian mengatakan Bontang Kuala sejatinya telah lama dikenal sebagai salah satu ikon wisata pesisir paling kesohor di Kaltim.
Daya tarik uniknya berupa deretan bangunan yang seluruhnya berdiri di atas laut, lengkap dengan jalur pejalan kaki dari kayu ulin yang membentang eksotis.
Untuk menangkap peluang pasar wisatawan kelas menengah ke atas serta para ekspatriat, pembangunan infrastruktur penginapan premium dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.
Rencana pembangunan Villa Bontang Kuala didesain dengan konsep berwawasan lingkungan.
Katanya, proyek ini tidak hanya menyuguhkan kamar premium dengan panorama laut lepas dan rimbunnya hutan mangrove.
“Tapi juga mengintegrasikan sentra kuliner hidangan laut khas pesisir serta pusat kebudayaan lokal,” jelasnya.
Bagi para penanam modal, proyek Villa Bontang Kuala dinilai sebagai peluang bisnis yang sangat menggiurkan.
Apalagi, arus kunjungan ke Kaltim diproyeksikan bakal terus meroket seiring masifnya pembangunan dan pemindahan aktivitas pemerintahan ke IKN.
“Berbagai kemudahan telah disiapkan, mulai pendampingan perizinan terpadu (OSS) yang cepat, kepastian hukum, hingga skema insentif daerah bagi penanam modal yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal,” imbuh Aspian.
Lebih dari sekadar proyek properti megah, kehadiran Villa Bontang Kuala diyakini bakal menjadi katalisator penting bagi perekonomian warga lokal di Bontang Kuala.
Realisasi penginapan bertaraf nasional ini dipastikan akan menciptakan efek domino yang positif bagi masyarakat.
Mulai terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan serapan produk-produk UMKM lokal, hingga menggeliatnya industri kreatif serta jasa pemandu wisata di Kota Taman.
Termasuk memperkuat daya saing industri pariwisata Kaltim di kancah nasional maupun internasional.
Pewarta: Ruslan

















