Darimedia.ID – Pemerintah memastikan kondisi perekonomian nasional tetap solid di tengah dinamika global. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif. Hal ini diklaim sebagai bukti daya tahan ekonomi Indonesia masih kuat.
Untuk itu pemerintah telah menyiapkan kelanjutan program untuk tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomian dari berbagai indeks angkanya relatif cukup baik.
Beberapa indikator-indikator terkait konsumsi, misalnya indeks konsumen masih di atas 100-115.
“Ritel juga baik 5,8 (persen), PMI (Purchasing Managers Index) 50,4,” ujar Airlangga, melalui keterangan resminya di laman Setkab, Kamis (30/10/2025).
Airlangga menjelaskan tren positif juga terlihat pada sektor investasi dan konsumsi masyarakat.
Menurutnya realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun, sementara Mandiri Spending Index naik hingga 297 menjelang akhir tahun, sejalan dengan kinerja perbankan yang juga meningkat.
Dari sisi produksi, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah mencatat adanya peningkatan pada utilisasi kapasitas industri yang menandakan kegiatan ekonomi terus bergerak.
Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun. “Kemudian dari segi produksi, utilisasi produksi juga meningkat,” ujar Airlangga.
Kelanjutan Program Unggulan
Dalam ratas tersebut, Airlangga berujar, dibahas juga kelanjutan berbagai program unggulan lintas sektor yang akan diterapkan pada tahun 2026. Regulasi pendukung telah disiapkan untuk memastikan kesinambungan program prioritas nasional.
“Ini regulasinya sudah disiapkan seperti PPH final untuk UMKM sampai 2027,” tambahnya.
Kemudian PPH 21 (Pajak Penghasilan-21) untuk pariwisata dan padat karya. Kemudian PPN DTP untuk sektor perumahan dan juga penerima potongan Iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian).
Airlangga mengatakan Kepala Negara juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah program strategis di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Pemerintah menegaskan pentingnya kesinambungan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan program-program di berbagai sektor termasuk di sektor pertanian misalnya untuk program terkait dengan hilirisasi,” katanya.
Di Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan revitalisasi tambak pantura sekitar 20 ribu hektare. Pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur.
“Modernisasi kapal dan juga terkait dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis),” kata Airlangga.
Airlangga menegaskan seluruh kementerian telah menyampaikan laporan mengenai program unggulan masing-masing dan akan terus memantau pelaksanaannya hingga akhir tahun.
Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Jadi hampir seluruh kementerian berbicara untuk terkait dengan program-program yang andalan Bapak Presiden. Yang memonitor program ini sampai akhir tahun 2025,” ujarnya.
(BPMI Setpres)

















