CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kaltim, mengalami penurunan tajam hingga menembus kategori sangat tidak sehat akibat lonjakan konsentrasi polutan kabut asap, pada Sabtu 17 Oktober 2026.
Bahkan, kualitas udara di Ibu Kota Nusantara- IKN termasuk buruk, masuk kategori sangat tidak sehat dengan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), menembus 213.
Mengacu data ISPU per medio Oktober 2026, kawasan penyangga IKN di Samboja Wonotirto, Kabupaten Kutai Kartanegara, mencatat nilai indeks tertinggi di Kalimantan Timur dengan capaian angka 213.
Lonjakan pencemaran atmosfer juga terdeteksi di stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, yang melesat dari kategori sedang ke sangat tidak sehat dengan skor indeks 192.
Selain kedua wilayah itu, penurunan mutu udara hingga kategori tidak sehat turut melanda Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara.
Langkah intensifikasi pengawasan serta aktivasi seluruh stasiun AQMS di zona rawan emisi dipaparkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur, Joko Istanto.
“Kami menyiagakan seluruh stasiun pemantau AQMS dan mengawasi wilayah titik rawan emisi,” kata Joko Istanto, Jumat.
Imbauan pembatasan mobilitas luar ruang bagi warga di area terpapar pekatnya kabut asap ditekankan oleh Joko menyusul bahaya partikel halus terhadap saluran pernapasan.
“Kami memberikan imbauan kepada masyarakat Sendawar agar mengurangi aktivitas di luar ruangan,” ujar Joko.
Penyelarasan data pemantauan terus dilakukan DLH Kaltim, melalui jaringan stasiun fisik dan platform digital guna mempercepat pemetaan paparan polusi di tingkat tapak.
Pemanfaatan sistem pelaporan daring sebagai instrumen mitigasi kesehatan mandiri masyarakat direkomendasikan dalam pernyataan penutupnya.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi kualitas udara secara terkini melalui aplikasi ISPU sebagai panduan melakukan langkah proteksi kesehatan mandiri,” jelas Joko.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utaram dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan, kualitas udara baik di dalam ruangan maupun luar ruangan tercatat ekstrem.
Meski sempat terjadi penurunan konsentrasi partikulat pada siang hari, kondisi secara umum masih berdampak buruk bagi kesehatan.
“Hasil pengukuran PM 2,5 dan PM 10 mencatatkan angka ekstrem di Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Status berbahaya tercatat di seluruh kecamatan, dengan tingkat polusi terparah di Kecamatan Waru,” ujar Lukasiwan.
Data Dinkes PPU menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan di Kecamatan Waru.
Konsentrasi PM 10 luar ruangan di wilayah tersebut menembus 1.099 mikrogram per meter kubik, sementara PM 2,5 outdoor mencapai 483 mikrogram per meter kubik. Keduanya diklasifikasikan dalam kategori berbahaya.
Kondisi di Kecamatan Sepaku, dikenal sebagai wilayah IKN, juga menunjukkan tren serupa.
Data Otorita IKN menunjukkan penurunan performa kualitas udara yang signifikan. Mayoritas stasiun pemantau mencatat angka di atas ambang batas normal.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyebutkan kondisi terburuk berada di Stasiun Wonotirto.
“Nilai ISPU di Wonotirto melonjak hingga 223 pada pukul 16.50 Wita. Ini masuk kategori sangat tidak sehat. Suhu udara tercatat 31,6 derajat Celcius dengan kelembaban tinggi mencapai 76,3 persen,” jelas Suwito.
Selain Wonotirto, stasiun di Muara Jawa Tengah, Senipah, dan Plaza Bhinneka juga melaporkan kategori tidak sehat.
Hanya Plaza Seremoni yang mencatatkan kualitas udara relatif lebih aman dengan angka ISPU 96 atau masuk kategori sedang. Otoritas mengimbau warga mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan wajib menggunakan masker.
Pewarta: Ruslan

















