CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kabupaten Penajam Paser Utara PPU menjadi salah satu daerah prioritas dalam penerapan program Pertanian Modern Advance Agriculture System PM AAS di Kalimantan Timur Kaltim.
Dengan sasaran mencapai sekitar 3.500 hektare dari total 7.125 hektare yang ditetapkan di tingkat provinsi, kesiapan lahan menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan program tersebut sekaligus meningkatkan produktivitas padi.
Besarnya sasaran program di PPU menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern. Namun, optimalisasi program tidak hanya bergantung pada luas lahan yang disiapkan, tetapi juga pada kondisi tanah, ketersediaan nutrisi tanaman, kualitas benih, serta kemampuan petani dalam menerapkan metode budidaya yang tepat.
Bupati Pemerintah Kabupaten Pemkab PPU Mudyat Noor menegaskan, keberhasilan pertanian modern harus dimulai dari persiapan media tanam yang baik. Menurutnya, ketersediaan irigasi memang menjadi salah satu faktor penunjang, tetapi tidak akan memberikan hasil maksimal apabila kondisi tanah dan kebutuhan nutrisi tanaman belum terpenuhi.
“Yang paling penting adalah bagaimana media tanam ini dipersiapkan dengan baik. Kalau tanahnya memiliki nutrisi yang cukup, didukung bibit unggul dan irigasi, produksi padi tentu bisa meningkat,” ucap Mudyat. Senin, 12 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, sejumlah lahan pertanian di PPU memiliki tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius sebelum proses budidaya dimulai, mengingat tingkat keasaman tanah dapat memengaruhi ketersediaan unsur hara dan kemampuan tanaman menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal.
Karena itu, pengolahan tanah dan pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman dinilai perlu dilakukan secara tepat sesuai kondisi lahan. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan media tanam yang lebih sesuai bagi pertumbuhan padi, sehingga penerapan teknologi pertanian modern mampu memberikan hasil yang optimal.
Selain menyiapkan lahan, Mudyat meminta penyuluh pertanian lapangan PPL meningkatkan pendampingan kepada petani. Pendampingan diperlukan agar petani tidak hanya memperoleh dukungan teknologi, tetapi juga memahami teknik pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pengelolaan air, serta penerapan metode budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan masing-masing.
Menurutnya, PM AAS harus menjadi momentum untuk meningkatkan produksi padi sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Peningkatan hasil panen diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani dan memperkuat peran pertanian dalam pembangunan daerah.
“Dengan peningkatan produksi, pertanian bisa menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menarik minat generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI sekaligus Penjabat Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan Provinsi Kaltim, Liferdi Lukman, menjelaskan bahwa PM AAS merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan dan air. Program ini dilaksanakan melalui perluasan areal tanam dan intensifikasi pertanian dengan dukungan teknologi, varietas unggul, manajemen air, serta pendampingan kepada petani.
Liferdi menyebutkan, PM AAS menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare. Di Kalimantan Timur, produktivitas yang sebelumnya berada pada kisaran 4 ton per hektare disebut telah meningkat hingga sekitar 9 ton per hektare melalui penerapan teknologi tersebut.
Capaian tersebut menunjukkan potensi peningkatan hasil panen melalui pengelolaan pertanian yang lebih terarah, meskipun hasil di setiap wilayah tetap bergantung pada kondisi lahan dan pelaksanaan budidaya.
Dengan sasaran sekitar 3.500 hektare di PPU, kesiapan lahan, ketepatan pengelolaan nutrisi, ketersediaan air, serta pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan PM AAS.
Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan seluruh komponen tersebut berjalan selaras agar program tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan menjadikan pertanian sebagai sektor yang semakin menjanjikan bagi masyarakat. (ADV)
Pewarta: Taufik

















