CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah menunda seluruh pembicaran terkait Board of Peace (BoP) menyusul perang antara Amerika Serikat -Zionis Israel dan Iran.
Agresi AS-Zionis ke Teheran memicu perlawanan balasan Iran ke wilayah penjajahan Israel di Palestina dan menyasar negara-negara Teluk Arab yang menjadi pangkalan-pangkalan militer AS.
Indonesia didesak segera keluar dari BoP melihat fakta AS dan Israel sebagai ketua, pun anggota BoP yang melakukan agresi penyerangan terhadap Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan, Presiden Prabowo belum menarik partisipasi Indonsia dari BoP bentukan Presiden AS Donald Trump tersebut.
Pemerintah, masih terus melakukan penilaian baik-buruk kelanjutan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza, Palestina itu.
Termasuk penilaian Indonesia untuk membantu masyarakat di Gaza, namun dengan melihat perspektif dampak meluas AS-Zionis yang menyerang Iran belakangan ini.
“Kita terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap berbagai perkembangan di kawasan, khususnya yang terjadi di Timur Tengah,” ujar Yvonne, pada Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, atas situasi ini, Indonesia menangguhkan seluruh agenda apapun yang terkait BoP di luar negeri.
“Segala pembahasan tentang Board of Peace ditangguhkan, atau istilahnya di-on hold,” ujar Yvonne.
Ia menerangkan seluruh rapat, diskusi, dan forum-forum internasional yang membahas BoP ditangguhkan.
“Tidak ada pembahasan khusus terkait Board of Peace dalam seminggu terakhir ini. Sebagaimana kami sampaikan, semua pembahasan terkait BoP saat ini, on hold,” ujarnya.
Meski begitu, Indonesia masih tetap berada dalam keanggotaan BoP.
Sampai kini, katanya, belum ada keputusan dari hasil evaluasi di lingkungan presiden, untuk membawa Indonesia keluar dari partisipasi Dewan Perdamaian itu.
“Partisipasi kita di Board of Peace, tetap konsisten mendukung stabilitas dan rekonstruksi di Palestina,” imbuhnya.
Partisipasi dan keanggotaan Indonesia di dalam BoP sejak awal menjadi bahan kritik di dalam negeri terhadap Presiden Prabowo.
Bahkan saat ini semakin masif desakan dari banyak kalangan, dan kelompok masyarakat agar Indonesia menyatakan keluar dari BoP.
Alasannya, melihat fakta saat ini tentang dua negara BoP yang tak bisa diandalkan, pun tak dapat dipercaya sebagai kelompok internasional yang menghendaki perdamaian.
Amerika adalah ketua BoP, dan Israel salah satu anggotanya. Namun kedua negara itu melakukan penyerangan terbuka terhadap Iran.
Zionis Israel, selama ini menjadi pihak yang melakukan penjajahan dan genosida di Gaza, Palestina atas dukungan AS.
Iran bertahan dengan membalas serangan-serangan militer Zionis-AS itu dengan menembaki wilayah penjajahan Israel di Palestina dengan drone-drone penyerbu, misil dan rudal.
Serangan balasan Iran itu, juga menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk Arab, seperti di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Uni Emirate Arab, pun Qatar, juga di Yordania.
ROL

















