Darimedia.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyatakan pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi resmi dimulai.
Maruarar bilang, negara telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan provinsi lainnya.
“Kita kompak membantu rakyat kita. Mari kita bekerja cepat, lebih cepat dari biasa,” kata Maruarar, dikutip di Balikpapan, Senin (22/12/2025).
Pada tahap awal, lanjut Maruarar, Kementerian PKP akan membangun 200 hunian tetap di Sibolga, 118 unit di Tapanuli Tengah, 103 unit di Tapanuli Utara, dan 227 unit di Tapanuli Selatan.
Di Sibolga, hunian tetap dibangun di area Gelanggang Olahraga (GOR), di Tapanuli Tengah berlokasi di Asrama Haji Pinangsori, di Tapanuli Utara di Desa Sibalanga, serta di Tapanuli Selatan di Kebun Hapesong milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV.
Maruarar juga menyebutkan, pembangunan hunian tetap bagi korban bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumut ditargetkan selesai pada awal 2026.
“Saya berharap seluruh pihak bisa bekerja kompak dan lebih cepat,” tutur menteri yang akrab disapa Ara ini.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan pemerintah akan membantu seluruh rumah terdampak bencana, termasuk yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat.
Namun, papar Tito, untuk kategori kerusakan berat atau rumah yang telah hilang, pemerintah akan membangunkan hunian tetap tanpa membebani korban bencana.
“Semua dalam pendataan. Kerusakan ringan dan sedang akan dibantu pembiayaannya. Rusak berat atau hilang juga dibantu, dibangunkan hunian tetap yang saat ini kita lakukan groundbreaking,” katanya.
Tito menambahkan, pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana di Sumatera mencapai lebih dari 2.600 unit, termasuk di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pembangunan ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN/APBD). Namun, Yayasan Buddha Tzu Chi membangunkan 2.500 hunian, serta didukung dana pribadi Menteri PKP RI Maruarar Sirait, jelas Tito.
Wakil Gubernur Sumut Surya berharap pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara dapat selesai tepat waktu.
“Kita berharap hunian tetap ini selesai tepat waktu, sehingga bisa langsung dihuni warga kita yang terdampak bencana. Jadi mereka tidak tinggal di pengungsian lagi,” kata Surya.
Pihaknya meminta para korban terdampak bencana hidrometeorologi di Sumut bersabar dan ikut berpartisipasi dalam mempercepat pembangunan hunian tetap tersebut.
Surya mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat berterima kasih kepada Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, serta elemen masyarakat lainnya.
“Terima kasih juga kepada pihak swasta dan masyarakat yang bahu-membahu merehabilitasi permukiman penduduk terdampak bencana. Saya berharap para korban bersabar, karena Presiden terus memonitor perkembangan pemulihan bencana di Sumut,” kata Surya. (ROL)

















