CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan cakupan pelayanan air bersih meningkat hingga melampaui 60 persen dalam beberapa tahun ke depan di tengah berbagai keterbatasan fiskal dan minimnya ketersediaan sumber air baku.
Dalam mencapai target tersebut, Perumda Air Minum Danum Taka AMDT menyiapkan pemasangan sambungan rumah SR gratis bagi sekitar 800 masyarakat yang berada di tempat rendah.
Program itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Rilis Program Perumda AMDT Tahun 2026 yang dihadiri Bupati PPU. Mudyat Noor, di Pemancingan Andromeda, Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam pada Sabtu lalu, 25/07/2026.
Kegiatan sosialiasi dihadiri Sekretaris Daerah Sekda PPU, Dirut Perumda AMDT PPU bersama puluhan awak media dengan rangkaian kegiatan mancing bersama di pemancingan.
Dalam kesempatannya, Mudyat Noor menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih merupakan salah satu layanan dasar yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi PPU bukan hanya pembangunan jaringan pipa, tetapi juga keterbatasan sumber air baku yang selama ini menghambat pengembangan layanan Perumda AMDT.
“Persoalan utama kita adalah ketersediaan air baku bagi masyarakat. Karena itu perkembangan Perumda AMDT tidak bisa secepat daerah lain yang memiliki sumber air melimpah,” ucap Mudyat.
Disamping itu, Mudyat Noor menyampaikan bahwa PPU selalu membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina dan Otorita Ibu Kota Nusantara OIKN, untuk menambah sumber air baku sekaligus meningkatkan kapasitas produksi air bersih.
Sejumlah proyek juga telah disiapkan, di antaranya pembangunan embung baru di kawasan Lawe-Lawe yang akan terhubung dengan embung yang sudah ada. Selain itu, potensi sumber air di Kecamatan Waru juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi Perumda AMDT.
Saat ini, cakupan pelayanan Perumda AMDT telah melayani lebih dari 40 persen masyarakat PPU. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut meningkat hingga di atas 60 persen melalui pengembangan jaringan perpipaan dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk wilayah yang belum terjangkau.
“Kami berharap kualitas maupun kuantitas pelayanan terus meningkat. Target kami ke depan cakupan layanan bisa mencapai lebih dari 60 persen sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati akses air bersih,” ujarnya.
Pewarta : Taufik

















