CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID– Satu anggota TNI, Praka Farizal R gugur akibat serangan Zionis Israel di daerag penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono mengecam berlangsungnya serangan Israel ke Lebanon. Serangan-serangan itu turut jadi pemicu gugurnya prajurit penjaga perdamaian Indonesia.
Melalui keterangan Pers, Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan Israel di wilayah Lebanon Selatan yang telah mengorbankan jiwa, serta kembali menyerukan deeskalasi konflik.
“Kami mengecam keras insiden ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan. Kami kembali meminta kepada semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan, mengingat dampak konflik dalam satu bulan terakhir telah dirasakan sangat besar,” kata Sugiono dalam lansiran tersebut, Senin.
Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menunggu hasil investigasi dari pihak UNIFIL yang tengah menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pemerintah juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
“Saya menyampaikan duka dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit kita, Praka Farizal Ramadan, yang bertugas sebagai bagian dari kontingen UNIFIL di Lebanon,” ujar Sugiono.
Menteri Luar Negeri juga menyampaikan ada tiga prajurit TNI lainnya yang mengalami luka akibat eskalasi antara militer Israel dan Hizbullah yang terjadi pada Minggu (29/3) di markas UNIFIL di Lebanon Selatan.
“Almarhum gugur, sementara tiga prajurit lainnya terluka. Satu mengalami luka berat dan saat ini dalam kondisi koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan. Kami, atas nama pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tegasnya.
Sugiono menegaskan Kementerian Luar Negeri telah menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut untuk terus memantau kondisi prajurit Indonesia serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal Ramadan.
Selain itu, Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York direncanakan bertemu dengan Under-Secretary-General PBB yang membawahi operasi penjaga perdamaian pada Senin pagi waktu setempat.
Pertemuan akan membahas pemulangan jenazah almarhum, mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh oleh UNIFIL, serta menyerukan deeskalasi konflik.
Sebelumnya, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI serta korban luka akibat insiden di daerah penugasan UNIFIL. Hal itu terjadi akibat eskalasi situasi keamanan di Lebanon selatanpada Ahad, (29/3/2026).
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil.
Ada empat prajurit TNI yang menjadi korban, yang kebetulan semuanya berpangkat Prajurit Kepala (Praka).
“Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ucap Aulia, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam penanganan, dua orang prajurit TNI yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I Unifil.
Adapun satu prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St George di Beirut, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut,” ucap Aulia.
Ia menjelaskan, seiring peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai SOP Unifil.
Aulia menyampaikan, insiden terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan pasukan Hizbullah.
“Hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh Unifil,” kata Aulia.
TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab. TNI tetap mengutamakan keselamatan prajurit di lapangan.
“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon,” jelas Aulia.
ROL

















