CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan kehadiran fasilitas transportasi pelajar gratis tidak akan mengusik mata pencaharian para pelaku usaha angkutan kota (angkot).
Dinas Perhubungan (Dishub) PPU mengambil langkah taktis dengan memetakan ulang jaringan rute guna mencegah persinggungan jalur yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, menegaskan bahwa formulasi rute armada bus sekolah dirancang secara presisi dengan membidik kawasan yang belum terlayani oleh angkutan umum konvensional.
Langkah tersebut diambil demi menjaga kondusivitas serta keberlangsungan usaha para penyedia jasa angkutan lokal di bumi Benuo Taka.
”Nanti bus sekolah ini tidak mengganggu rute yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan mengenai angkutan umum. Rute yang tidak diisi oleh angkutan umum bisa kita manfaatkan untuk bus sekolah agar tidak terjadi gesekan,” ujar Agus Dahlan saat dikonfirmasi, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, Dishub PPU mengarahkan prioritas pengoperasian armada bus ke wilayah-wilayah pinggiran yang minim armada angkot, salah satunya menyasar kawasan Kelurahan Sotek dan Riko.
Kendati mobilitas pelajar di kedua wilayah tersebut tergolong tinggi, ketersediaan sarana angkutan umum sejauh ini masih sangat terbatas.
Guna memastikan kebijakan ini berjalan harmonis, Dishub PPU berkomitmen mengedepankan ruang dialog serta sosialisasi secara intensif bersama para sopir dan pemilik trayek angkot sebelum armada resmi mengaspal.
”Kami pasti melakukan sosialisasi dengan pengangkut. Kami tidak mau merugikan kawan-kawan angkutan karena mereka adalah aset daerah. Jangan sampai ada permasalahan baru yang justru merugikan mereka,” tegas Agus.
Melalui pendekatan berimbang ini, Pemkab PPU optimistis mampu menghadirkan layanan transportasi sekolah yang aman dan efisien bagi para siswa, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian para armada angkot lokal. (ADV)
Pewarta: Salsabila

















