CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyimpan potensi ekonomi baru yang menjanjikan di sektor kelautan.
Dinas Perikanan (Diskan) PPU tengah membidik peluang pengembangan komoditas garam rakyat guna mengoptimalkan garis pantai daerah yang membentang luas serta melimpahnya sumber daya air laut di Benuo Taka.
Kepala Diskan PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa proses produksi komoditas tersebut sebenarnya tergolong mudah karena berbasis pemanfaatan energi surya.
Lewat metode penampungan air laut menggunakan pelapis khusus, kristal garam dapat dihasilkan secara alami melalui proses penguapan.
“Secara teknis sebenarnya cukup sederhana. Air laut ditampung dalam wadah yang dilapisi plastik HDPE, kemudian memanfaatkan panas matahari sampai air menguap dan garam mengkristal,” ujar Andi.
Sebagai langkah pembuktian, Diskan PPU sebelumnya telah sukses melaksanakan uji coba pembuatan garam di wilayah Kelurahan Pejala.
Hasil dari uji coba tersebut menunjukkan kualitas kristal putih yang memadai dan terbukti multiguna, tidak sebatas untuk konsumsi dapur, melainkan memenuhi kebutuhan sektor peternakan hingga pertanian.
“Garam yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebutuhan ternak, termasuk sapi, dan juga untuk tanaman. Jadi pemanfaatannya cukup luas,” ucapnya.
Melihat letak geografis wilayah pesisir yang strategis, seperti salah satunya di kawasan Tanjung Tengah pihak dinas lantas menggandeng dunia akademik guna mematangkan kajian teknis.
Diskan PPU menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Mulawarman (Unmul) untuk merancang pembangunan demplot percontohan serta melibatkan mahasiswa melalui program pengabdian lapangan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Unmul. Mereka siap terlibat melalui mahasiswa, baik KKN maupun kegiatan lapangan lainnya. Kami akan membuat demplot terlebih dahulu. Kalau berhasil, baru dikembangkan dengan skala yang lebih besar,” jelas Andi, Sabtu (7/11/2026).
Meski inovasi pengolahan ini sempat diperkenalkan dalam ajang pameran Pekan Daerah (PEDA) Petani dan Nelayan di Berau, realisasi produksinya di tingkat masyarakat masih memerlukan kelembagaan formal agar berjalan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Diskan PPU mewajibkan pembentukan wadah kelompok khusus sebelum menyalurkan bantuan sarana dan prasarana penunjang.
Masyarakat pesisir diarahkan untuk menghimpun diri dalam Kelompok Usaha Garam Rakyat (Pugar). Dengan terbentuknya wadah kelompok tersebut, pemerintah daerah dapat memberikan program bimbingan teknis secara komprehensif.
“Perlu dibentuk kelompok khusus, namanya Pugar. Usai kelompoknya terbentuk, kami bisa memberikan dukungan dan pelatihan supaya mereka memahami teknis produksinya,” tegas Andi.
Tidak berhenti di situ, penguatan sektor garam rakyat ini juga telah dimasukkan ke dalam usulan program strategis yang diajukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Melalui sokongan anggaran dan kebijakan pusat, Diskan PPU optimistis komoditas garam pesisir ini dapat bertransformasi menjadi salah satu sektor unggulan baru yang mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir PPU di masa mendatang.(ADV)
Pewarta: Salsabila
Keterangan Foto (Format Teks Pisah):
Foto: Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (DM)

















