CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kaltim menggencarkan program Gerakan Pangan Murah.
Agenda ini untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat luas menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan, menyampaikan Gerakan Pangan Murah ini rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan nasional seperti Idul Fitri.
“Tujuannya agar masyarakat dapat mengakses bahan pokok strategis dengan harga terjangkau,” kata Fahmi, Rabu. Menurutnya, upaya stabilisasi harga pangan menjadi ruang bertemu langsung produsen pangan lokal dengan pihak konsumen.
Hal ini bertujuan agar nilai transaksi jual beli tetap terkendali di bawah ketentuan Harga Eceran Tertinggi.
Ia mengatakan, program ini bentuk implementasi Satuan Tugas Sapu Bersih Pengendalian Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan yang telah dibentuk awal Januari 2026 atas amanah Badan Pangan Nasional.
Satgas khusus pengendalian pangan ini beroperasi secara terstruktur di bawah arahan langsung Gubernur Kalimantan Timur sebagai ketua pengarah dan Kepala Dinas Pangan yang bertindak selaku sekretaris pelaksana harian.
Tim Satgas Sapu Bersih kini aktif melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar distributor dan jaringan retail seiring adanya tren kenaikan harga yang lumrah terjadi menjelang Lebaran.
Pihaknya mengaku tidak segan menjatuhkan teguran keras hingga sanksi pencabutan izin usaha bagi agen, pengecer atau distributor yang terbukti nekat menjual barang melampaui harga acuan produsen.
Berdasarkan hasil pantauan tim pengawas di lapangan terbaru, komoditas cabai segar tercatat mengalami kenaikan harga jual jika dibandingkan dengan berbagai bahan kebutuhan dapur lainnya.
Kenaikan harga pada beberapa komoditas di luar kelolaan pemerintah ini umumnya terjadi secara alamiah karena kelompok tani berharap mendapat sedikit tambahan keuntungan ekonomi pada momen perayaan keagamaan tahunan.
Meski begitu, ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beserta produk minyak goreng dipastikan tetap aman dan terkendali.
“Semua ini berkat kelancaran pasokan serta pengawasan ketat dari pihak Perum Bulog,” imbuh Fahmi.
Gerakan Pangan Murah juga digelar secara serentak di enam daerah di Kaltim, yakni Kota Samarinda, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Bontang, dan Kutai Barat.
Pewarta: Taufik

















