CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Menghadapi krisis air bersih akibat fenomena El Nino dan musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara PPU mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air. Warga diminta menghemat persediaan air dan menggunakannya sesuai kebutuhan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, mengatakan penghematan air menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, penggunaan air secara bijak diperlukan agar persediaan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Terkait krisis air, BPBD mengimbau masyarakat untuk menghemat dan lebih bijak menggunakan air, seperlunya,” kata Nurlaila. Selasa, 27 Oktober 2026.
Sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, BPBD PPU telah melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih di empat kecamatan di wilayah Kabupaten PPU. Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap sejak Agustus hingga Oktober 2026, seiring berlangsungnya musim kemarau yang memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Selama periode tersebut, dari data resmi BPBD PPU tercatat telah melaksanakan 57 tahap pendistribusian dengan total bantuan sekitar 1.691.700 liter air bersih. Bantuan itu disalurkan kepada masyarakat secara bergiliran di setiap kecamatan, menyesuaikan pelaksanaan distribusi yang dilakukan di lapangan.
“Kami sudah melakukan upaya pendistribusian air bersih ke Masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, BPBD PPU tidak bekerja sendiri. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah OPD dan stakeholder terkait agar, proses distribusi dapat berjalan dengan lebih terkoordinasi.
Instansi yang terlibat seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR. Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menangani dampak kekeringan dan membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Meski bantuan telah disalurkan, masyarakat tetap diharapkan berperan aktif dalam mengantisipasi dampak kemarau dengan mengurangi penggunaan air yang tidak mendesak. Warga juga dapat mengatur penggunaan air berdasarkan skala prioritas seperti memasak, dan kebersihan diri sebaiknya didahulukan, sementara penggunaan air untuk kegiatan yang tidak mendesak dapat dikurangi sementara waktu.
BPBD PPU mengingatkan bahwa penghematan air membutuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat. Dengan penggunaan air yang lebih terukur, dukungan distribusi bantuan dari pemerintah, serta koordinasi antarlembaga, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terbantu selama musim kemarau berlangsung.
“Harus berkolaborasi lintas stakeholder maupun Masyarakat untuk mengatasi kekeringan air akibat Elnino kemarau ini,” ucap Nurlaila. (ADV)
Pewarta : Taufik

















