CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Penajam Paser Utara PPU, Kalimantan Timur, terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui program pelatihan keterampilan kerja. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja sekaligus membuka peluang kepada masyarakat agar lebih mudah terserap di dunia industri dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Kepala Disnakertrans PPU, Adriani Amsyar, mengatakan salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pelatihan Pendidikan Dasar Diksar Satuan Pengamanan Satpam Garda Pratama. Pelatihan tersebut baru saja diselesaikan pada pekan sebelumnya.
Melalui program ini, peserta diharapkan memiliki keterampilan dasar serta sertifikat yang dapat menjadi bekal ketika melamar pekerjaan di bidang pengamanan.
“Kemarin kami mengadakan pelatihan diksar, kami buka 15 kuota dengan beberapa klasifikasi syarat pendaftaran,” ungkapnya. Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut Adriani, pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi bagi calon peserta. Pada program Diksar Garda Pratama peserta diwajibkan memiliki Kartu Tanda Penduduk KTP Penajam Paser Utara dan berusia minimal 17 tahun hingga maksimal 35 tahun.
Disnakertrans PPU juga menetapkan kuota sebanyak 15 peserta dalam pelatihan tersebut. Proses pendaftaran menggunakan sistem siapa cepat dia dapat bagi pendaftar yang memenuhi persyaratan. Menurut Adriani, mekanisme itu menjadi salah satu strategi untuk menjaga proses seleksi tetap terbuka dan menghindari praktik titip-menitip dalam penerimaan peserta pelatihan.
Dalam proses seleksi, terdapat tiga calon peserta yang tidak lolos kualifikasi pendaftaran. Satu orang tidak memenuhi persyaratan domisili karena menggunakan KTP dari luar Penajam Paser Utara, sedangkan dua lainnya terkendala persyaratan tinggi badan berdasarkan pemeriksaan atau surat keterangan dokter.
Meski demikian, kesempatan mengisi kuota tetap terbuka hingga persyaratan jumlah peserta terpenuhi, termasuk bagi pendaftar yang masuk kemudian.
“Kemarin sempat ada 3 calon pendaftar yang gagal karena kriteria tidak terpenuhi, tapi sudah terpenuhi semua dengan pendaftar selanjutnya mas,” ucapnya.
Sambung Adriani Amsyar ia menjelaskan, manfaat pelatihan tidak hanya sebatas memberikan keterampilan kepada peserta, tetapi juga membantu mereka memperoleh sertifikat sebagai salah satu modal untuk melamar pekerjaan. Karena itu, pihaknya berharap peserta tetap menjalin komunikasi dengan Disnakertrans setelah pelatihan selesai. Komunikasi berkelanjutan diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengetahui perkembangan peserta dalam mencari maupun memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, pemantauan setelah pelatihan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi efektivitas program yang telah diselenggarakan. Disnakertrans ingin mengetahui berapa banyak peserta yang sudah diterima bekerja dan berapa yang masih mencari pekerjaan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbarui data penyerapan tenaga kerja sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebutuhan pelatihan berikutnya.
“harapan kami peserta pelatihan tidak putus komunikasi sampai di pelatihan saja, sehingga kami dapat monitor siapa saja yang sudah keterima kerja monitoring distribusi pekerjaan di bidang yang sudah kami adakan pelatihan,” tuturnya.
Peserta yang telah mengikuti pelatihan dan siap bekerja dapat disosialisasikan kepada perusahaan sebagai calon tenaga kerja potensial. Dengan pendekatan tersebut, program pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi, tetapi berlanjut hingga membuka peluang penempatan kerja.
Berdasarkan data Disnakertrans PPU, jumlah pencari kerja yang tercatat selama periode Januari hingga Oktober mencapai 568 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok berpendidikan sarjana strata satu S1 menjadi yang terbanyak, yakni 198 orang, disusul lulusan sekolah menengah kejuruan SMK sebanyak 189 orang dan sekolah menengah atas SMA sebanyak 151 orang.
Sementara itu, pencari kerja dengan pendidikan diploma tiga D3 tercatat 18 orang, diploma dua D2 sebanyak tiga orang, sarjana strata dua S2 sebanyak dua orang, serta masing-masing satu orang dari kelompok tidak tamat sekolah dasar SD dan lulusan SD serta sekolah menengah pertama SMP.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai latar belakang pendidikan masyarakat yang tercatat sebagai pencari kerja di Penajam Paser Utara. Besarnya jumlah pencari kerja dari lulusan SMA, SMK, dan S1 menunjukkan pentingnya peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. (ADV)
Pewarta : Taufik

















