CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Sebagai salah satu komitmen Bulog mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian dalam negeri dan menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat, dengan menyerap beras petani lokal.
Lantaran itu, Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras lokal mencapai 18.422 ton atau 72,75 persen dari target di wilayah kerjanya.
Wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda mencakup enam kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Kota Bontang, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Penyerapan hasil pertanian di wilayah ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan beras dan ketahanan pangan daerah. Penyerapan dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Samarinda, Adi Yanuar, mengatakan pengadaan gabah dan beras lokal masih terus dilakukan hingga target yang ditetapkan dapat tercapai.
Ia berujar, pengadaan beras lokal sejalan dengan arahan Presiden Prabowo menjaga stabilitas pangan nasional.
“Penyerapan hasil panen petani juga ditujukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah dan mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan,” jelasnya, Senin.
Ia bilang, penyerapan gabah dan beras lokal terus dilakukan untuk mendukung pengadaan pangan dalam negeri, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
Secara nasional, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan realisasi pengadaan beras dalam negeri mencapai 4,11 juta ton.
Capaian ini melampaui target awal sebesar empat juta ton atau mencapai 102,88 persen.
Realisasi ini menjadi capaian penting dalam upaya meningkatkan penyerapan produksi beras dalam negeri.
Pengadaan dari petani di berbagai daerah diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Selain melakukan pengadaan gabah dan beras lokal, Bulog Samarinda juga menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.
Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Adi mengatakan, penyerapan hasil panen dan penyaluran beras kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan. Ketersediaan beras diharap tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, ucapnya.
Pewarta: Ruslan

















