CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kelompok usia produktif muda masih mendominasi jumlah pencari kerja di Kabupaten Penajam Paser Utara PPU. Berdasarkan data resmi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, tercatat sebanyak 568 pencari kerja selama periode Januari hingga Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 20–24 tahun menjadi yang terbanyak, dengan total 214 orang.
Berdasarkan klasifikasi usia, pencari kerja berumur 15–19 tahun tercatat sebanyak 59 orang. Sementara itu, kelompok usia 20–24 tahun mencapai 214 orang, disusul usia 25–29 tahun sebanyak 182 orang. Selanjutnya, kelompok usia 30–34 tahun tercatat 63 orang, usia 35–39 tahun sebanyak 22 orang, dan usia 40–44 tahun sebanyak 20 orang. Adapun kelompok usia 45–49 tahun tercatat sebanyak delapan orang, sedangkan usia 50–54 tahun hanya satu orang.
Komposisi data tersebut memperlihatkan bahwa pencari kerja di PPU paling banyak berasal dari kelompok usia muda, khususnya mereka yang sedang berupaya memperoleh pekerjaan pertama atau mencari kesempatan untuk mengembangkan karier.
Kepala Disnakertrans PPU, Adriani Amsyar, mengatakan pihaknya terus menjalankan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui program pelatihan profesi yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan sesuai bidang pekerjaan tertentu.
Adriani Amsyar menjelaskan, pelatihan yang telah dilaksanakan antara lain Pendidikan Dasar Diksar Satuan Pengamanan atau Satpam Garda Pratama. Program ini ditujukan untuk memberikan bekal kompetensi bagi masyarakat yang berminat bekerja di bidang keamanan. Selain memperoleh keterampilan dasar, peserta juga berkesempatan mendapatkan sertifikat sebagai salah satu penunjang ketika memasuki proses rekrutmen tenaga kerja.
“Contoh pelatihan yang sudah kami adakan seperti pelatihan Diksar Satpam Garda Pratama untuk bekal masyarakat,” ungkap Adriani, Selasa 20 Oktober 2026.
Tidak berhenti pada pelatihan bidang keamanan, Disnakertrans PPU juga merencanakan pelatihan tata rias kecantikan. Program ini menyasar masyarakat yang berdomisili di PPU dan memiliki minat dalam bidang tata rias, baik untuk bekerja di sektor kecantikan maupun membangun usaha secara mandiri.
Pelatihan tersebut diharapkan membuka pilihan karier yang lebih beragam, sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui keterampilan yang dimiliki.
“Nanti kami juga mau mengadakan pelatihan tata rias kecantikan. Untuk masyarakat yang ke depan mau buka usaha makeup atau ingin bekerja di bidang itu, kami fasilitasi pelatihan dan sertifikatnya,” jelasnya.
Selain meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, Disnakertrans PPU memanfaatkan kegiatan bursa kerja atau Job Fair sebagai sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi salah satu upaya memperluas akses informasi lowongan pekerjaan sekaligus mendekatkan masyarakat dengan dunia industri.
Melalui pertemuan tersebut, pencari kerja dapat mengetahui peluang yang tersedia dan berkomunikasi langsung dengan perwakilan perusahaan.
Fungsional Tenaga Kerja Disnakertrans PPU, Syamsu, menjelaskan bahwa pelaksanaan Job Fair tidak sekadar mempertemukan perusahaan dan pencari kerja dalam satu kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pelaku industri.
Syamsu menyebutkan, Job Fair yang telah dilaksanakan melibatkan 26 perusahaan dengan jumlah peserta sekitar 670 pencari kerja. Setelah kegiatan berlangsung, Disnakertrans PPU terus menjalin komunikasi dengan perusahaan yang berpartisipasi untuk menindaklanjuti peluang perekrutan. Langkah ini juga dilakukan guna memperoleh informasi terbaru mengenai posisi yang tersedia sehingga pencari kerja dapat menyesuaikan kompetensi mereka dengan kebutuhan perusahaan.
Di sisi lain, Syamsu menilai kesiapan masyarakat dalam memasuki dunia kerja turut dipengaruhi pola pikir dan sikap terhadap peluang yang tersedia. Menurutnya, pencari kerja perlu lebih proaktif mencari informasi, meningkatkan keterampilan, serta mempertimbangkan pengalaman sebagai bagian dari proses membangun karier.
Keinginan memperoleh gaji tinggi dan lingkungan kerja yang nyaman memang dapat menjadi pertimbangan, tetapi tidak seharusnya membuat seseorang langsung mengabaikan kesempatan yang berpotensi menjadi langkah awal menuju pekerjaan yang lebih baik.
“Mindset terkadang dapat memengaruhi, seperti memilah-milih pekerjaan dengan klasifikasi gaji yang tinggi, padahal pekerjaan tersebut dapat dijadikan batu loncatan untuk mencari peluang kerja berikutnya yang lebih baik,” ujar Syamsu saat bertemu awak media.
Dengan jumlah pencari kerja yang didominasi kelompok usia 20–24 tahun, peningkatan keterampilan, perluasan akses informasi lowongan, dan penguatan hubungan dengan perusahaan menjadi bagian penting dalam upaya memperluas kesempatan kerja di PPU. (ADV)
Pewarta : Taufik

















