CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, tengah membantu menyiapkan lahan untuk lokasi gerai dan gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, menyampaikan Pemerintah kabupaten berkontribusi menyediakan lahan lokasi pembangunan gerai dan gudang.
Ia menyebut, syarat luas lahan gerai dan gudang Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sekitar 1.000 meter persegi. “Atau minimal 600 meter persegi untuk bangunan gerai, selebihnya untuk gudang dan parkir,” ujar Tohar, kemarin.
Tohar bilang, instansi terkait melakukan identifikasi aset tanah milik Pemkab PPU maupun milik pemerintah desa yang bisa segera digunakan untuk pembangunan gerai maupun pergudangan Koperasi Merah Putih.
Menurutnya Pemerintah pusat menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengemban tugas melaksanakan pembangunan fisik 80.000 unit gerai dan gudang Koperasi Merah Putih.
Target itu diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp1,6 miliar.
“Pemkab Penajam Paser Utara menargetkan 41 pembangunan gerai dan gudang Koperasi Merah Putih selesai tahun ini,” imbuh Sekda Tohar.
Ia berujar sampai saat ini tercatat sudah 13 gerai dan gudang Koperasi Merah Putih telah rampung dibangun.
“Nah dari 13 Koperasi Merah Putih itu, tiga koperasi mulai beroperasi menjalankan usaha mereka,” ujarnya.
Sampai saat ini pembangunan 24 gerai dan gudang Koperasi Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam tahap pengerjaan, kemudian 17 gerai dan gudang Koperasi Merah Putih dalam tahap awal pembangunan.
Kehadiran Koperasi Merah Putih di setiap desa/kelurahan sebagai strategi jangka panjang, kata Tohar, dan menjadi fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Berdiri Tiga Koperasi
Tiga Koperasi Merah Putih di Kabupaten PPU, Provinsi Kalimantan Timur, sudah beroperasi menjalankan unit usaha sesuai skema bisnis.
Yakni dengan pendampingan dari asisten bisnis.
“Tiga Koperasi Merah Putih sudah mulai beroperasi menjalankan unit usaha masing-masing sesuai skema bisnis yang telah ditentukan,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten PPU, Muhammad Yusuf Basra.
Tiga Koperasi Merah Putih di Penajam Paser Utara yang sudah mulai beroperasi, antara lain di Desa Girimukti, Desa Sidorejo dan Desa Telemow.
Kopdes itu juga sudah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk suplai beras.
Adapun hasil pertanian masyarakat juga dapat dipasarkan melalui koperasi sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
Koperasi Merah Putih tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen, melainkan turut melibatkan warga lokal sebagai pemasok komoditas yang dijual.
Koperasi Merah Putih juga mendapat pendampingan dari asisten bisnis terkait akses dan manajemen usaha, kata dia, koperasi diharapkan tidak mematikan usaha masyarakat yang sudah berjalan.
Kendaraan Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga pembukaan lapangan kerja.
Koperasi Merah Putih telah dibentuk di 54 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara, melalui mekanisme musyawarah kelurahan dan desa bersangkutan.
Hingga kini tercatat tiga koperasi sudah beroperasi, 51 koperasi lain masih dalam proses pembangunan gedung, gerai dan gudang. Prosesnya bervariasi ada yang masih dari tahap awal hingga ada yang sudah di tahap penyelesaian akhir.
Pewarta: Agung

















