CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Untuk mengantisipasi kemarau panjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memaksimalkan kapasitas produksi air bersih.
Langkah ini ditempuh meski terjadi penurunan debit air baku pengelolaan air bersih akibat intensitas curah hujan mulai berkurang.
Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka Kabupaten PPU, Abdul Rasyid, menjelaskan berkurangnya curah hujan berdampak pada penurunan debit air baku pengolahan air bersih.
Meski demikian pihaknya terus mengoptimalkan produksi air bersih untuk mandeknya suplai air bersih di tengah ancaman kekeringan.
BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini lebih kering dan panjang, sehingga diperkirakan berdampak penurunan debit air baku pengolahan air bersih dan layanan kepada masyarakat.
Ia berujar, meski di sejumlah titik telah terjadi penurunan debit air baku pengolahan air bersih, masih relatif aman dan kapasitas produksi masih terus dimaksimalkan.
Salah satu langkah yang dilakukandengan peningkatan kapasitas tampungan air baku, pendalaman dan perluasan area penampungan air agar tidak terbuang ke laut.
Penutupan saluran air embung alam di Sungai Lawe-Lawe dilakukan untuk menahan cadangan air agar tidak terbuang ke laut.
“Nantinya akan digunakan untuk cadangan air baku pengolahan air bersih di musim kemarau,” jelasnya, Jumat. Debit air Sungai Lawe-Lawe terpantau menunjukkan penurunan sekitar 20 hingga 25 persen.
Dengan kondisi ini kapasitas produksi air bersih di wilayah Kecamatan Penahan masih bisa mencapai 10 liter per detik.
Di Kecamatan Waru, kondisi air baku masih relatif aman, karena ada dua penampungan air atau embung besar yang baru dimanfaatkan produksi air bersih sekitar 30 liter per detik.
Untuk Kecamatan Babulu dan Kelurahan Sotek mulai terjadi penurunan debit air baku pengelolaan air bersih, karena kedua wilayah itu mengandalkan air hujan sebagai sumber utama, tercatat penurunan dari 110 liter per detik menjadi sekitar 90 liter per detik.
Di Kecamatan Sepaku cukup aman, karena ada tiga kolam besar milik PT ITCI, dan didukung dua sumber air besar, yakni Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi sebagai sumber cadangan air baku.
Ia memastikan, Pemkab PPU telah menyiapkan mobil tangki untuk memberikan pasokan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air karena kekeringan.
Pewarta: Taufik

















