CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Pemkab Penajam Paser Utara PPU, Kalimantan Timur, memperbanyak sumber pasokan bahan pangan sebagai upaya menjaga ketersediaan komoditas sekaligus mempertahankan stabilitas harga di pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kukmperindag PPU Marlina mengatakan, kelancaran distribusi komoditas pangan perlu dijaga agar ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar tidak terganggu.
“Kelancaran distribusi komoditas pangan perlu dijaga agar ketersediaan komoditas di pasar diharapkan tidak terganggu,” ucap Marlina. Senin, 21/09/2026.
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, sejumlah bahan kebutuhan pokok masih tersedia di pasaran. Komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pasokan bahan pangan ke Kabupaten PPU selama ini berasal dari distributor di Kota Balikpapan dan sejumlah daerah lainnya. Selain itu, sejumlah komoditas juga didatangkan dari Makassar, Malino, dan Enrekang.
Pemkab PPU terus memperluas jaringan pasokan dari berbagai daerah di Kalimantan maupun luar pulau. Keberagaman sumber pasokan dinilai penting agar pedagang memiliki alternatif ketika terjadi kekurangan komoditas dari daerah tertentu.
Pemkab PPU juga membantu mengarahkan para pedagang untuk mencari pemasok dari daerah lain yang masih memiliki ketersediaan bahan pangan sesuai kebutuhan pasar.
Salah satu sumber pasokan yang tengah disiapkan berasal dari Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Komoditas dari daerah tersebut akan dikirim melalui Kota Balikpapan dan dikoordinasikan bersama Perusda Manuntung Sukses.
Marlina mengatakan, komoditas dari Kabupaten Karo nantinya ditawarkan kepada distributor maupun pedagang di Kabupaten PPU. Sejumlah bahan pangan yang berpotensi didatangkan dari daerah tersebut antara lain kentang, wortel, cabai, serta berbagai jenis sayuran.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten PPU Hadi Saputro mengatakan, pemerintah daerah juga tengah memperkuat pengelolaan data produksi dan kebutuhan pangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus mengendalikan pergerakan harga komoditas di pasaran.
Menurut Hadi, pergerakan harga pangan pokok tidak terlepas dari kondisi produksi dan pasokan dari daerah lain. Kondisi cuaca, termasuk kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Pulau Jawa dan Sulawesi, turut memengaruhi pasokan komoditas pangan yang didatangkan dari luar daerah.
“Memang kebutuhan pangan pokok itu bergerak, ada yang naik dan ada yang turun. Karena kondisi di Pulau Jawa dan Sulawesi juga sama-sama mengalami kemarau,” kata Hadi.
Sebelumnya, Pemkab PPU telah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Toba di Sumatera dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pemkab PPU juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan melalui program Manuntung bersama kelompok dan asosiasi pedagang pasar.
Hadi menyebut kerja sama antar daerah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan komoditas pangan sekaligus menjaga harga agar tetap terkendali di Kabupaten PPU. (ADV)
Pewarta : Taufik

















