CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan anggaran segar sekitar Rp944 juta.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, mengungkap anggaran ini nakal dialokasikan untuk meningkatkan sarana dan prasarana Taman Rozeline di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.
Khairil Achmad menerangkan, anggaran ratusan juta itu digunakan untuk sejumlah pekerjaan fisik, mulai pembangunan pagar, jalan pedestrian, pengecoran hingga perbaikan drainase.
“Untuk Rozeline ini kita akan tangani pagar dan ada beberapa jalan pedestrian lagi di dalamnya. Anggarannya sekitar Rp900 juta,” jelas Khairil.
Ia mengungkap, pekerjaan ini menggunakan APBD murni 2026.
Adapun untuk pelaksanaan kegiatannya baru dapat dimulai setelah Pemkab PPU menerbitkan surat edaran ihwal pelaksanaan kegiatan.
“Kita baru boleh melaksanakan kegiatan setelah adanya edaran Pak Bupati,” tegasnya.
Khairil bilang, Taman Rozeline menjadi salah satu Ruang Terbuka Hijau milik Pemerintah Kabupaten PPU yang difokuskan sebagai taman bermain anak.
Sehingga Pemkab PPU terus berupaya meningkatkan fasilitas taman untuk mempertahankan fasilitas umum ramah terhadap anak.
“Setiap item fasilitas di Taman Rozeline memperhatikan aspek keamanan terhadap anak,” ujarnya.
Selain membenahi fasilitas taman, kata Khairil, Dinas Perkimtan juga akan membenahi beberapa titik drainase yang mengalami kerusakan yang ada di sekitar Taman Rozeline.
“Kami optimis proyek peningkatan fasilitas Taman Rozeline bisa rampung di akhir tahun anggaran 2026,” imbuhnya.
Menurutnya, penataan Taman Rozeline masih membutuhkan sejumlah pekerjaan lanjutan. Beberapa bagian taman, khususnya area hardscape, belum sepenuhnya ditangani.
“Untuk pemenuhan-pemenuhan di Taman Rozeline itu masih banyak, khususnya untuk area-area yang hardscape untuk estetika tamannya sendiri itu belum,” katanya.
Selain itu, sejumlah area akan ditinggikan untuk mendukung penataan taman. Perbaikan jaringan pedestrian dan drainase juga diperlukan agar tidak terjadi genangan.
“Terus juga ada beberapa area yang akan kami tinggikan, terus juga ada beberapa jaringan pedestrian dan drainase yang perlu ditangani sehingga tidak ada genangan-genangan,” ujarnya.
Disperkimtan PPU juga mencatat kebutuhan fasilitas pendukung lainnya, seperti kamera pengawas, permainan anak dan lampu hias.
“CCTV dan permainan-permainan anak masih dibutuhkan di situ. Lampu hias juga kita butuh,” katanya.
Untuk gazebo dan ayunan, Disperkimtan PPU berencana melakukan perbaikan dalam waktu dekat. Sementara pengadaan fasilitas baru akan direncanakan melalui anggaran berikutnya.
Pemkab PPU, katanya, juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta untuk melengkapi fasilitas bermain anak di Taman Rozeline.
“Pihaknya berharap adanya bantuan dari perusahaan berupa sumbangan permainan anak yang ramah anak.
Ia menyampaikan, peningkatan taman kelanjutan dari capaian sebelumnya.
Sebagai pengingat, Taman Rozeline telah mengantongi sertifikat Taman Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2022.
“Kami meningkatkan Taman Rozeline agar tidak hanya layak anak, tapi juga memenuhi standar nasional. Targetnya menjadi ruang terbuka hijau modern yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Khairil.
Khairil mengakui pengetatan anggaran berdampak pada besaran alokasi pengembangan taman. Jika tahun 2025 peningkatan estetika Taman Rozeline didukung anggara sekitar Rp2,7 miliar, maka tahun ini anggaran yang tersedia hanya ratusan juta.
Meski begitu, sejumlah pekerjaan utama telah rampung pada tahun sebelumnya.
Antara lain, pembangunan miniatur Jembatan Pulau Balang, penambahan enam gazebo di atas kolam, pemasangan bronjong di sekeliling kolam. Termasuk instalasi lampu taman untuk menunjang estetika dan keamanan kawasan. (ADV)
Pewarta: Agung

















