CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur terus berkomitmen mendongkrak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Kali ini langkah yang ditempuh melalui ekspor daun kratom. Hal ini menyusul warga sudah sering mengeringkan kratom yang tumbuh di bantaran sungai kemudian dijual.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menjelaskan, dari penjualan mentah ini, pihaknya mencari investor untuk membangun pabrik pengolahan kratom, sehingga kini pabrik tersebut telah berdiri.
“Adapun untuk bahan baku, perusahaan menggandeng warga dalam pengumpulan kratom,” ujarnya, Senin. Ia bilang, potensi kratom terbesar di kabupaten ini berada di hulu Sungai Mahakam.
Persisnya di seputaran Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, dan Kecamatan Kembang Janggut. Selain itu, lannjutnya, ada pula di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Rendi bilang, kratom bisa menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat khususnya warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Terlebih dengan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor,” imbuhnya.
Dalam Permendag menyatakan Indonesia secara resmi mengatur tentang tata niaga ekspor tanaman kratom (mitragyna speciosa) melalui dua Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang berlaku mulai 29 Agustus 2024.
Sehari sebelumnya, saat meninjau pabrik pengolahan daun kratom untuk kualitas ekspor milik PT DJB Botanicals Indonesia di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rendi juga mengatakan sejak adanya Permendag yang berlaku mulai 2024, sejak saat itu kratom kembali boleh diekspor.
Untuk itu, petani diajak menekuni usaha kratom, namun dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas budi daya.
Menurutnya yang menjadi masalah umum selama ini, seperti masalah yang sama pada komoditas rumput laut yang juga menghadapi persoalan mutu.
“Alhamdulillah sekarang aman. Pemkab Kukar akan menyempurnakan via peraturan daerah bersama DPRD untuk melindungi petani terkait kratom ini,” ujar Rendi.
Kratom salah satu tumbuhan endemik Kalimantan, dan banyak tumbuh alami di riparian sungai, baik Sungai Mahakam maupun anak dan cucu sungai tersebut.
“Manfaat kratom bisa untuk obat, terutama untuk mengatasi gangguan cemas dan depresi,” jelasnya.
Pewarta: Ruslan

















