CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengambil langkah cepat untuk mengungkap kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus.
Usai serangkaian penyelidikan intensif, otoritas militer resmi menetapkan oknum anggota TNI sebagai tersangka kasus yang menyita perhatian publik ini.
Penetapan tersangka tersebut dinilai sebagai sinyal positif terhadap reformasi hukum di tubuh militer.
Koordinasi lintas sektor dan keterbukaan informasi dari Markas Besar TNI dianggap menjadi pembeda dalam penanganan kasus-kasus kekerasan yang melibatkan aparat belakangan ini.
Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial Indonesia), Asip Irama, memberi apresiasi tinggi terhadap kinerja Puspom TNI.
Ia menilai langkah tegas ini membuktikan jargon TNI Bersama Rakyat bukan sekadar retorika, melainkan diwujudkan supremasi hukum yang tidak pandang bulu.
“Kami dari Himpunan Aktivis Milenial Indonesia mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan cepat dan tegas Puspom TNI,” ujar Asip dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2026).
Pihaknya menilai penetapan tersangka dari oknum internal ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari Panglima TNI untuk membersihkan institusi dari individu-individu yang mencederai amanah rakyat.
Ia juga menekankan kecepatan TNI mengidentifikasi pelaku dan membukanya ke publik adalah bentuk transparansi yang patut diacungi jempol.
Menurutnya, publik selama ini sering kali skeptis jika kasus hukum bersentuhan oknum aparat, namun Puspom TNI berhasil mematahkan stigma tersebut.
Selain mengapresiasi Puspom, ia secara khusus menyoroti peran sentral Kepala Pusat Penerangan TNI dalam mengomunikasikan perkembangan kasus ini secara gamblang.
Menurutnya, gaya komunikasi Kapuspen TNI saat ini mencerminkan sosok perwira tinggi masa depan yang sangat dibutuhkan institusi.
“Kita melihat bagaimana Kapuspen TNI mampu mengelola informasi dengan sangat baik. Beliau sosok perwira tinggi masa depan yang profesional, terbuka, dan tidak anti-kritik,” ujar Asip.
Menurutnya, narasi yang dibangun sangat transparan, sehingga tidak ada ruang bagi berita bohong atau spekulasi liar di masyarakat Asip.
HAM-I, lanjut Asip, menilai profesionalisme Kapuspen TNI menjadi jaminan bahwa informasi yang sampai ke publik sebagai fakta objektif.
Sosok perwira tinggi seperti ini dinilai mampu menjembatani hubungan antara militer dengan generasi milenial dan Gen Z yang sangat kritis terhadap isu keterbukaan informasi.
Ia juga memberi catatan kritis dengan membandingkan penanganan kasus Andrie Yunus dengan beberapa kasus besar di masa lalu.
Bahkan kasus itu hingga kini dianggap masih menyisakan tanda tanya, salah satunya peristiwa berdarah di KM 50.
Pewarta: Puerto Andika

















