CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara, bakal mendampingi Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).
Mereka berkomitmen menggandeng lebih banyak perusahaan untuk mendukung program perlindungan anak. Khususnya untuk mencegah Risiko stunting di Kabupaten PPU, Kaltim.
Kepala DP3AP2KB PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, menyampaikan keterlibatan dunia usaha dalam perlindungan anak di PPU akan terus diperluas.
Keterlibatan perusahaan tidak hanya diarahkan pada kegiatan sosial, tetapi juga pemenuhan hak anak hingga upaya mencegah anak mengalami stunting.
Menurut dr. Grace pihaknya akan duduk bersama pengurus APSAI untuk membahas program yang bisa dijalankan dengan melibatkan perusahaan.
“Kita akan mendampingi setiap penyusunan program dan regulasi yang akan dibuat teman-teman APSAI,” tutur Grace kepada awak media, Senin 14 September 2026.
dr. Grace menilai perusahaan bisa mengambil peran dengan menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan anak.
Salah satunya tempat penitipan anak dan tempat bermain di lingkungan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga diharapkan memastikan tidak ada pekerja anak dalam kegiatan usaha.
dr. Grace bilang, risiko stunting juga bisa menjadi salah satu program yang dibahas APSAI.
DP3AP2KB memiliki data anak yang masuk kategori berisiko sehingga dapat digunakan untuk menentukan sasaran penanganan.
Akan tetapi, dr. Grace menegaskan program ini belum menjadi prioritas utama APSAI. Masih ada sejumlah hal yang perlu dibicarakan bersama sebelum program ditetapkan.
“Kalau yang sudah stunting kita tak bisa banyak intervensi. Yang kita intervensi risiko stunting,” imbuhnya. Selain risiko stunting, pencegahan kekerasan terhadap anak juga menjadi perhatian.
dr. Grace berharap keterlibatan perusahaan bisa membantu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di lingkungan kerja maupun keluarga pekerja.
Ia berharap perusahaan bisa memenuhi hak-hak anak di lingkungan Perusahaan.
“Seperti tempat penitipan anak, tempat bermain anak dan yang jelas tidak ada pekerja anak di perusahaan itu,” katanya.
Ketua APSAI PPU, Abdul Rasyid, mengatakan pihaknya sangat mendukung program pemerintah yang berkaitan perlindungan anak.
“Semua program yang ada di pemerintah akan menjadi bagian dari apa yang akan kita lakukan,” paparnya. Saat ini, APSAI PPU baru memiliki 16 perusahaan sebagai anggota.
Rasyid menargetkan jumlah ini akan bertambah, minimal 36 perusahaan.
Ia bilang, perusahaan yang tergabung dalam forum tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), diharapkan ikut masuk menjadi anggota APSAI.
Diwartakan sebelumnya, pada 21 Juli 2026, Pemerintah PPU memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah kepada balita berstatus gizi kurang dan gizi buruk dari keluarga rentan pangan.
Bantuan itu diserahkan simbolis oleh Bupati PPU Mudyat Noor, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Tohar, di Aula Kantor Kecamatan Penajam, pada Selasa (21/7/2026).
Program yang diprakarsai Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, ini bagian dari strategi pemerintah mendukung percepatan penurunan stunting, pencegahan gizi buruk, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.
Bupati PPU, Mudyat Noor menjelaskan program bantuan pangan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Menurutnya, penanganan kerentanan pangan dan permasalahan gizi tidak dapat dilakukan satu organisasi perangkat daerah saja.
Melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
“Program ini terus berjalan setiap tahun sebagai bagian upaya Pemerintah PPU menangani kerentanan sosial. Harapan kami, dapat membantu menurunkan angka gizi buruk, mempercepat penurunan stunting, dan meringankan beban keluarga yang membutuhkan,” ujar Mudyat.
Ia memaparkan, tahun ini ada sekitar 200 balita yang menjadi sasaran program dan tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara. (ADV)
Pewarta: M. Taufik

















