CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Balikpapan melakukan pengawasan jajanan takjil yang dijual selama Ramadhan.
Pengawasan dilakukan dengan cara pengambilan puluhan sampel makanan untuk diuji langsung di lapangan menggunakan mobil laboratorium keliling.
Kepala BPOM di Balikpapan, Gerson Pararak menjelaskan pengawasan dilakukan di dua lokasi pasar Ramadhan.
“Yakni pasar Ramadan Masjid Namirah dan Pasar Segar Balikpapan. Kami mengambil sampel untuk diuji langsung menggunakan mobil laboratorium keliling,” jelas Gerson, Sabtu, (14/3/2026).
Pengawasan kali ini BPOM mengambil 37 sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang. Sampel itu diuji menggunakan metode uji cepat di lokasi pemeriksaan.
Kata Gerson, pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam produk pangan.
Ia menjelaskan, parameter uji yang digunakan meliputi Rhodamin B, Metanil Yellow, boraks, dan formalin.
Dari hasil pemeriksaan seluruh sampel menunjukkan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada makanan dan minuman yang diperiksa.
“Hasilnya negatif atau memenuhi syarat,” tegas Gerson.
Selain melakukan pengawasan terhadap jajanan takjil, BPOM juga melaksanakan pemantauan terhadap peredaran bahan pangan selama Ramadhan.
Pengawasan dilakukan di sejumlah tempat penjualan, mulai toko bahan pangan, distributor, pasar modern hingga pasar tradisional.
Ia bilang, pengawasan dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar tetap memenuhi standar keamanan dan mutu.
Selain itu, lanjutnya, pengawasan juga dilakukan dengan pengujian langsung menggunakan test kit melalui mobil laboratorium keliling. “Sehingga hasil pemeriksaan dapat diketahui secara cepat di lokasi,” jelasnya.
Ia memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pangan yang dijual di Balikpapan masih dalam kategori aman.
Pewarta: Taufik

















