CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Beban keuangan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kian berlipat ganda.
Usai dihadapkan pada tumpukan utang lama senilai Rp221 miliar, kas daerah kini terancam mengalami penyusutan drastis akibat potensi anjloknya penerimaan daerah menjelang penutupan tahun anggaran 2026.
Lebarnya jurang antara target penerimaan dan realisasi yang masuk hingga Oktober 2026 menjadi alarm keras bagi fiskal daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, memaparkan secara terbuka risiko keuangan tersebut di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah.
“Pemerintah daerah mencatat adanya potensi kekurangan penerimaan (loss) yang mencapai sekitar Rp461 miliar,” ungkap Tohar belum lama ini.
Merujuk pada hitung-hitungan hingga pengujung tahun, celah antara pendapatan dan kebutuhan pembiayaan daerah diprediksi menyisakan selisih minus hingga Rp335,061 miliar.
Tohar tak menampik bahwa bayang-bayang defisit ini mengulang pola serupa yang sempat dicatat oleh lembaga pemeriksa keuangan.
“Saya khawatir akhir tahun anggaran 2026 ini mengulangi hal yang sama dengan tahun sebelumnya. BPK telah mengonfirmasi bahwa potensi loss kita ada di angka kurang lebih Rp335 miliar,” ujar Tohar menegaskan kerawanannya.
Menyikapi ruang gerak anggaran yang makin sempit, Sekda menginstruksikan seluruh jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membenahi tata kelola dan memperketat pengakuan kewajiban daerah.
Ia menyoroti proses verifikasi dan peninjauan ulang utang yang kerap berbelit-belit agar tak lagi diulangi.
“Karena akan menyulitkan penyelesaian kewajiban daerah pada tahun anggaran 2027,” tegas Tohar.
Di akhir pengarahannya, ia menggarisbawahi bahwa penumpukan beban finansial merupakan tanggung jawab kolektif para pengguna anggaran.
Oleh sebab itu, keselarasan langkah dan tingkat kedisiplinan tinggi di tiap instansi menjadi syarat mutlak untuk menyelamatkan postur anggaran daerah.
“Oleh karena itu, kedisiplinan tinggi dan keserasian gerak langkah antar-SKPD menjadi kunci utama mengendalikan keuangan daerah, baik untuk sisa tahun anggaran 2026 maupun dalam menyusun proyeksi 2027,” pungkasnya. (ADV)
Pewarta: Salsabila

















