CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Produk hilirisasi perikanan unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kutai Kartanegara, Kaltim, kian mendunia.
Produk ini resmi menembus pasar Afrika melalui kerja sama ekspor PT Ganiya Bogatama dan perusahaan asal Kamerun, Aqua Conv S.A.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) telah dilakukan dalam agenda The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum.
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian 41st Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Ia mengaku bangga dan bersyukur atas capaian ini.
Apalagi, lanjutnya, dalam gelaran Trade Expo sudah banyak UMKM Kaltim yang bisa bertransaksi dengan pihak luar. Forum bisnis ini digagas khusus Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Yaoundé) untuk Kamerun.
“Di stan Kaltim sudah banyak yang membangun komunikasi dengan calon pembeli,” jelas Sri Wahyuni, dalam keterangan resminya, Sabtu 17 Oktober 2026.
Komunikasi itu bahkan ada yang telah ditindaklanjuti dengan Letter of Intent (LoI) maupun evaluasi penyempurnakan produk.
Ia merinci, produk perikanan yang menjadi komoditas unggulan Kukar, meliputi abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan.
“Termasuk makanan olahan beku hingga ikan asin kemasan vakum,” imbuhnya.
PT Ganiya Bogatama selaku produsen lokal, saat ini mengolah sedikitnya 35 produk inovasi perikanan yang telah mengantongi standardisasi mutu internasional.
Selain itu mengantongi pula Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan jaminan sertifikasi Halal serta Good Manufacturing Practices).
Sri menjelaskan, interaksi langsung dengan calon pembeli luar negeri memberikan gambaran nyata mengenai standardisasi dan kebutuhan pasar internasional.
Momentum ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi untuk memberikan fasilitasi yang tepat.
Kerja sama bilateral ini dirancang memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia ke wilayah Afrika Tengah.
Katanya, gelaran forum tahun sebelumnya mencatat nilai kerja sama sebesar 19,5 juta dolar AS.
Langkah ini menjadi bagian diversifikasi pasar ekspor komoditas non-tradisional bagi sektor perikanan nasional.
Selain Sri Wahyuni, penandatanganan kerja sama strategis ini disaksikan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, dan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat.
Pada kesempatan itu, Sri juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga dan perusahaan yang telah berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim.
Perusahaan-perusahaan tersebut bertindak sebagai mitra atau “bapak angkat” yang membantu membuka akses pasar bagi produk UMKM lokal, di antaranya Bank Indonesia, PT KPC, PT Berau Coal, PT Kaltim Nitrat Indonesia, PT Pupuk Kaltim, dan PHM.
“Mudah-mudahan lebih banyak lagi perusahaan yang menjadi bapak angkat dan bisa membawa UMKM Kaltim naik kelas,” imbuhnya.
Pewarta: Ruslan

















