CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengusulkan agar investasi baja di Kawasan Peruntukan Industri Buluminung bisa masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) kawasan industri terintegrasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Penajam Paser Utara, Amrullah menyampaikan saat ini investasi terkait masuk tahap persiapan.
“Status investasi baja tahap persiapan,” jelasnya, Kamis 3 September 2026. Ia menjelaskan untuk pembangunan dan proses analisis dampak lingkungan belum dimulai.
Musababnya karena perusahaan penanam modal menunggu proses pengusulan PSN. Pemerintah Penajam Paser Utara mengajukan proses pengusulan PSN terhadap investasi PT Tanggamus Steel Power yang masuk KPI Buluminung.
Rekomendasi PSN ditujukan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan ditembuskan ke Kementerian Perindustrian dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Penanaman modal PT Tanggamus Steel Power sekitar Rp38 triliun di KPI Buluminung itu, bukan hanya pembangunan pengolahan besi atau baja, tapi kawasan industri terintegrasi.
Kawasan itu menggabungkan fasilitas pertambangan, pembangkit listrik 240 megawatt (MW), pelabuhan dan fasilitas pembuatan besi hijau atau pengolahan besi ramah lingkungan (green iron making).
Termasuk pabrik oksigen atau instalasi penghasil oksigen (oxygen plant).
Menurutnya investasi ini memberi ruang bagi penyerapan tenaga kerja, yang diarahkan 80 persen sumber daya manusia dari warga lokal dan 20 persen tenaga teknis atau tenaga terampil dari pihak perusahaan.
Penanaman modal PT Tanggamus Steel Power juga diproyeksikan menumbuhkan aktivitas ekonomi baru di Kabupaten PPU, dan KIP Buluminung ditawarkan pemerintah kabupaten setempat untuk pengembangan industri.
Ia menerangkan, dengan penanaman modal perusahaan terkait, realisasi investasi melampaui target.
“Untuk target 2026 Rp3,3 triliun dan capaian saat ini baru Rp501,69 miliar,” ujarnya.
Adapun realisasi investasi Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2025 tidak tercapai hanya Rp1,7 triliun atau 33 persen dari target Rp4,7 triliun.
Untuk realisasi pada 2024 melampaui target Rp2,5 triliun dengan realisasi tercapai Rp3,7 triliun atau 145 persen.
Pewarta: Taufik

















