CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus ikut menyorti anggaran mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, yang mencapai Rp 8,5 miliar.
Ia menilai pembelian kendaraan mewah itu tak tepat dan melawan semangat Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah menggaungkan efisiensi anggaran.
“Menurut saya, pembelian kendaraan mewah oleh Gubernur Kaltim saat daerahnya mengalami pemangkasan anggaran yang drastis adalah tindakan yang tidak peka,” kata Deddy kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
“Transfer ke daerah untuk provinsi Kaltim mengalami pemangkasan hampir mencapai 75 persen, dari Rp 9,3 triliun menjadi hanya Rp 2,3 triliun,” sambungnya.
Menurutnya, dengan kondisi infrastruktur yang belum baik, justru gubernur dan jajaran harus menunda pembelian mobil dinas. Deddy mendorong agar anggaran dialihkan untuk perbaikan infrastruktur.
Ia berujar, kalau alasannya kondisi infrastruktur yg sangat buruk, ada banyak jenis mobil yang mampu dengan harga lebih murah.
“Pembelian mobil mewah saat anggaran seret harusnya bisa ditunda ke tahun berikutnya atau dibatalkan sama sekali,” ujarnya. Apalagi, lanjutnya, kunjungan gubernur ke daerah tak dilakukan setiap hari.
Deddy mengatakan gubernur bisa saja menyewa saat diperlukan. “Toh, tidak setiap hari Gubernur berkunjung ke daerah dan bisa dilakukan penghematan dengan menyewa,” ujarnya.
Ia menegaskan, “Keputusan melakukan pembelian mobil yang tergolong mewah melawan semangat penghematan dan efisiensi yang digelorakan Presiden Prabowo,” tegas Deddy.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud angkat bicara ihwal anggaran Rp 8,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas.
Rudy bilang, pengadaan dilakukan sesuai aturan serta untuk menjaga marwah Kaltim. Adapun anggaran Rp 8,5 miliar itu awalnya dijelaskan Sekda Kaltim, Sri Wahyuni.
Menurut Sri rencana pengadaan telah melalui pertimbangan matang berdasarkan kebutuhan kedinasan dan efektivitas kerja kepala daerah.
Sri menuturkan kendaraan operasional ditujukan untuk menjangkau wilayah Kaltim yang punya karakteristik geografis ekstrem.
Ia mengatakan mobil dinas gubernur harus bisa melalui medan berat di Kaltim. “Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok,” ujar Sri Wahyuni.
Pewarta: Puerto Andika

















