CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Balikpapan dihentikan selama libur sekolah, meski Badan Gizi Nasional secara tegas meminta distribusi tetap berjalan.
Di tengah beda tafsir kebijakan itu, capaian MBG di kota ini baru menyentuh 17,5 persen siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Alasan utamanya, tidak ada aktivitas belajar mengajar dan siswa tidak berada di sekolah.
“Ya MBG pasti libur juga dong. Tidak ada distribusi karena anak-anak sedang libur. Sudah ada koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Balikpapan,” tegas Irfan, Senin (22/12/2025).
Kebijakan ini bertolak belakang dengan arahan Kepala BGN Dadan Hindayana yang meminta MBG tidak diliburkan, meskipun sekolah tutup sementara.
Irfan mengakui distribusi MBG sebenarnya bisa tetap berjalan saat libur, namun sasarannya dialihkan.
“Sasaran MBG tidak hanya anak sekolah, ada juga ibu hamil dan menyusui. Kalau untuk sekolah ya jelas libur, anak-anak sedang libur,” imbuhnya.
Di tingkat sekolah, kebijakan penghentian sementara juga diterapkan.
Kepala SMPN 18 Balikpapan Guruh Widodo menyebut pihaknya telah menyurati BGN agar tidak ada pengiriman selama libur sekolah. “Iya kami bersurat kepada BGN di Balikpapan kalau sekolah libur, jadi tidak perlu ada pengiriman,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Hal serupa disampaikan Kepala SMKN 3 Balikpapan Sukarni Chandra. “Selama libur sekolah di-stop MBG,” kata dia, Selasa (23/12/2025).
Data Disdikbud menunjukkan capaian MBG di Balikpapan hingga November masih jauh dari target. Dari total 122.462 peserta didik, baru 21.496 siswa yang menerima MBG. Artinya, lebih dari 100 ribu siswa belum tersentuh program ini.
Pada jenjang PAUD, MBG baru menjangkau 685 siswa dari total 15.977 siswa atau sekitar 4,3 persen. Di tingkat SD, penerima MBG mencapai 12.256 siswa dari 68.531 siswa atau 17,8 persen. Untuk jenjang SMP, MBG diterima 8.555 siswa dari total 29.891 siswa atau 28,6 persen.
Satuan pendidikan nonformal sama sekali belum tersentuh. Dari 8.063 siswa SPNF, capaian penerima manfaat masih nol persen.
Secara keseluruhan, cakupan MBG di Balikpapan baru berada di kisaran 17,5 persen.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan MBG tidak diliburkan demi menjaga pemenuhan gizi anak, terutama bagi siswa yang bergantung pada program tersebut sebagai asupan harian.
Selama libur sekolah, BGN membuka opsi penyesuaian, mulai dari paket makanan dibawa pulang, pengaturan frekuensi distribusi, hingga pengambilan di titik layanan gizi.
BGN menegaskan tidak ada kebijakan penghentian total MBG. Yang ada, penyesuaian teknis agar program strategis nasional ini tetap berjalan dan tepat sasaran, termasuk saat libur sekolah.
Pewarta: Muhammad

















