CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Polda Kaltim menyita 5.280 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari praktik ilegal. Selain penyitaan, aparat juga menangkap 12 tersangka.
Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, mengungkapkan modus para pelaku menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi.
“Selain itu, mereka juga menggunakan barcode MyPertamina secara berulang,” jelasnya.
Ia mengatakan, 12 tersangka ini ditangkap dari 11 kasus berbeda selama operasi di periode Maret hingga April tahun 2026. Total barang bukti yang disita 3.050 liter Pertalite dan 2.230 liter solar.
Bambang Yugo mengemukakan, pelaku menjual BBM subsidi itu ke pasaran untuk meraup keuntungan Rp4.000 hingga Rp5.000 per liter.
Pihaknya terus melakukan pendalaman meskipun belum menemukan indikasi kuat penjualan BBM ilegal ini ke sektor industri.
“Kami juga menyita delapan unit mobil, empat tangki modifikasi, dan lima drum besi sebagai barang bukti,” imbuhnya. Barang bukti pendukung lain yang disita mencakup 201 jeriken, 67 barcode MyPertamina, serta beberapa pelat nomor palsu.
Wilayah pengungkapan kejahatan ini meliputi Direktorat Reskrimsus dua kasus, Polresta Balikpapan satu kasus, dan Polresta Samarinda satu kasus.
Jajaran Kepolisian Resor Berau juga membongkar tiga kasus penimbunan, disusul oleh Polres Kutai Barat dengan empat kasus.
“Modus kejahatan seluruh tersangka di berbagai daerah nyaris serupa, menggunakan mesin pompa dan tangki bahan bakar modifikasi,” bebernya.
Ia bilang, tersangka di Berau menggunakan truk jungkit berkapasitas tangki 240 liter dan pelat nomor palsu untuk mengelabui petugas.
Menurutnya tersangka di Kutai Barat tertangkap saat memindahkan Pertalite menggunakan empat mesin pompa ke dalam puluhan jeriken.
Bambang meminta secara tegas agar para petugas SPBU lebih jeli dan waspada saat mengawasi kendaraan konsumen yang mengisi bahan bakar.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto mengatakan penegakan hukum ini dilakukan demi menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
“Penegakan hukum ini dipastikan tidak akan berhenti di sini saja,” tegasnya.
Pewarta: Taufik

















