CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Penjajah Zionis Israel kembali membunuh jurnalis yang tengah bertugas di Gaza. Kali ini, serangan drone Israel membunuh Mohammed Wishah, koresponden Al Jazeera Mubasher, di sebelah barat Kota Gaza.
Jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Jalur Gaza. Wishah menambah daftar panjang jurnalis yang dibunuh zionis. Setidaknya 262 jurnalis telah tewas dalam serangan penjajah Israel, sejak genosida di Gaza 7 Oktober 2023.
Wishah, seorang koresponden di Gaza untuk Al Jazeera Mubasher, tewas pada hari Rabu setelah serangan itu menghantam mobil yang ditumpanginya di Jalan al-Rashid, jalan pesisir yang membentang di sebelah barat Kota Gaza.
Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina di dekat sekolah di Gaza. Pasukan penjajah Zionis Israel membombardir Rumah Sakit al-Ahli di Gaza, memaksa pasien untuk mengungsi.
Tentara penjajah Zionis Israel menembaki kendaraan WHO di Gaza selatan, menewaskan satu orang, menurut laporan petugas medis.
Serangan udara tersebut menyebabkan mobil itu terbakar, menurut sumber yang dikutip Al Jazeera.
Penjajah Zionis Israel telah menargetkan jurnalis di Jalur Gaza sejak awal perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada Oktober 2023.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan setidaknya 262 jurnalis telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak saat itu.
Ibrahim al-Khalili dari Al Jazeera, melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan bahwa fakta bahwa Wishah terbunuh saat bepergian di jalan utama di Kota Gaza menunjukkan bahwa “situasi semakin memburuk mengingat pelanggaran ‘gencatan senjata’ yang terus dilakukan oleh militer Israel”.
“Sudah hampir enam bulan sejak ‘gencatan senjata’ yang ditengahi AS mulai berlaku, dan pelanggaran Israel terus berlanjut – menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida sejak hari pertama,” katanya.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa militer Israel telah melakukan sekitar 2.000 pelanggaran sejak “gencatan senjata” diberlakukan.
Targetkan Jurnalis
Kantor tersebut juga mengatakan bahwa pembunuhan Wishah adalah contoh dari “penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina” oleh Israel.
Pernyataan itu menyerukan kepada Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab, dan badan-badan media di seluruh dunia untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza.”
Kantor tersebut mengimbau komunitas internasional dan organisasi terkait untuk “menghentikan serangan berulang ini,” menuntut para pelaku di pengadilan internasional, dan “memberikan tekanan serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida” serta melindungi jurnalis di Gaza.
Lebih dari 72.000 orang tewas dan lebih dari 171.000 lainnya terluka di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Serangan ini dihentikan di bawah gencatan senjata yang didukung AS yang mulai berlaku Oktober lalu.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 733 warga Palestina telah tewas dan 2.034 luka-luka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata.
Bom 100 Lokasi di Lebanon
Selain menghantam Gaza, penjajah Zionis Israel juga melancarkan pengeboman ke Lebanon. Bahkan serangan itu dengan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Serangan tersebut dilakukan tak lama setelah pengumuman gencatan senjata Amerika-Iran, yang seharusnya menghentikan perang di wilayah itu.
Akibatnya ratusan kematian dan cidera sejak fajar pada Rabu. Tentara penjajah Zionis Israel mengumumkan, mereka telah melakukan serangan paling kejam di Lebanon sejak dimulainya perang, menargetkan lebih dari 100 lokasi dalam 10 menit.
Militer Israel melaporkan serangan itu menargetkan Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan, serta pusat komando Hizbullah dan infrastruktur militer.
Penjajah Zionis menargetkan unit elit, sistem rudal, dan drone milik Hizbullah.
Penjajah Zionis mengatakan serangan itu didasarkan pada informasi intelijen yang terrencana dan telah dibuat selama berminggu-minggu.
Pasukan penjajah Israel mengumumkan telah melakukan serangan terbesar di Lebanon sejak dimulainya perang, beberapa jam setelah pengumuman perjanjian gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Al Jazeera melaporkan cakupan serangan Israel telah meluas hingga mencakup wilayah di selatan negara itu. Bahkan sampai melewati Gunung Lebanon, mencapai pinggiran selatan, dan wilayah jauh di dalam ibu kota Beirut, juga di Tirus, Hermel dan Lembah Bekaa.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyamapikan, puluhan orang syahid dan ratusan lainnya terluka akibat serangan Israel, dan menambahkan pihaknya terus berupaya menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.
Menurut Al Jazeera, Menteri Kesehatan Lebanon menyampaikan bahwa rumah sakit dipenuhi para martir dan korban luka akibat serangan penjajah Zionis Israel.
Adapun Palang Merah Lebanon melaporkan bahwa 100 ambulans bekerja untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit.
Dalam sebuah pernyataan, Kepala Staf Israel Eyal Zamir bersumpah bahwa tentara akan melanjutkan serangannya di Lebanon tanpa gangguan, Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan Israel bertekad memisahkan perang dengan Iran dari pertempuran di Lebanon.
Ia mengklaim ini adalah “untuk mengubah kenyataan di Lebanon dan menghilangkan ancaman yang dihadapi Israel utara.”
Pada Rabu pagi, tentara mengeluarkan peringatan mendesak kepada penduduk di daerah kota Tirus, mendesak mereka untuk segera mengungsi dan menuju ke utara Sungai Zahrani, sebagai persiapan melancarkan serangan udara di daerah tersebut.
Israel melancarkan agresi ke Lebanon sejak bulan lalu dengan dalih melawan Hizbullah, kelompok sekutu Iran. Sejauh ini aksi brutal Israel dilaporkan menimbulkan sekitar 1.500 kematian.
Cendana Network

















