• Berita
  • Politik
  • Crimestory
  • Finansial
  • Bencana
  • Pangan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • SEO SCORE
dariMedia.id
Advertisement
  • Teras
  • Parlemen
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Newsroom
  • Ibu Kota Nusantara
  • Podcast
Sabtu, Januari 17, 2026
No Result
View All Result
  • Teras
  • Parlemen
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Newsroom
  • Ibu Kota Nusantara
  • Podcast
No Result
View All Result
dariMedia.id
No Result
View All Result
  • Teras
  • Parlemen
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Newsroom
  • Ibu Kota Nusantara
  • Podcast
Home Nasional

Harlah Pagar Nusa ke-38, Cak Tar: Titik Akhir Pendekar Jaga Aqidah Akhlak

Newsroom by Newsroom
31 Januari 2024
in Nasional
0
Harlah Pagar Nusa ke-38, Cak Tar: Titik Akhir Pendekar Jaga Aqidah Akhlak

Harlah Pagar Nusa, Pusdiklat 1.

dariMedia.ID – Wakil Ketua Umum II Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Kiai Muchtaruddin, mengingatkan kepada para pelatih dan pendekar agar selalu menjaga amaliah Nahdlatul Ulama. Yang telah diwariskan para Kiai terdahulu.

Cak Tar, sapaan karib Kiai Muchtaruddin, mengingatkan hal itu pada Peringatan Harlah ke-101 NU dan Harlah ke-38 Pagar Nusa. Syukuran Harlah dihelat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan 1 Pagar Nusa, pada Selasa (30/1/2024) malam. Pusdiklat 1 membawahi Kaltim, Kaltara, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua.

Menurutnya, Peringatan Harlah NU dan Pagar Nusa, bisa dijadikan momen kontemplasi mendalam. Meski digelar dalam kondisi sangat sederhana lantaran sengaja membatasi undangan, namun niat, itikad, dan semangat refleksi diri menjadi hal utama.

“Kalau sudah berusia 101 tahun, artinya sudah sangat matang. Untuk itu kita harus merefleksi diri kita. Jangan lepas dengan kiai-kiai NU. Refleksi kita bagaimana harus mempertahankan, mengamalkan ajaran dari ulama-ulama terdahulu. Ini tentang Harlah NU,” ujarnya.

Kiai Muchtar mengingatkan agar bangsa Indonesia bisa terus menjaga persatuan dan perdamaian, yang pondasinya telah dibangun para Kiai terdahulu. Munculnya gerakan dan pemikiran yang ingin memecah Indonesia, harus selalu dibendung.

Tentang refleksi Harlah Pagar Nusa, Cak Tar mengisahkan pengalamannya saat berada di Fiji Finlandia. Kala itu, ia sempat mendengar kabar tak sedap tentang para pendekar di Indonesia. Yang dituding suka membunuh. Namun, ia membantah tudingan itu dan meluruskan pandangan miring tersebut.

“Zaman Indonesia dijajah memang pendekar jadi ahli membunuh. Kalau tidak, bagaimana pendekar-pendekar Indonesia membantu para Kiai merebut kemerdekaan dari penjajah,” terangnya. Saat itu, para pendekar berada di bawah binaan para Kiai, yang menjadi Letkol.

Baca juga  Indonesia Perkuat Maritim

Setelah Indonesia merdeka, lanjut Cak Tar, para Kiai kembali ke habitatnya. Kembali ke pondok, membina keilmuan para santri. Mengembangkan pesantren.

“Dulu memang iya pendekar suka membunuh. Tapi setelah merdeka sudah tidak lagi. Sekarang hanya melumpuhkan, tidak membunuh. Tapi bukan melumpuhkan lawan, melainkan melumpuhkan nafsu diri sendiri bagaimana kita tidak sombong, tidak wah, tidak merasa paling benar. Nah kita harus mampu melumpuhkan nafsu sendiri,” pesan Cak Tar.

Karena itu, Cak Tar menekankan agar para santri, pelatih dan pendekar untuk mampu menjaga amaliah para Kiai NU. Untuk terus berusaha melumpuhkan hawa nafsu.

“Tititk akhir pendekar itu bagaimana menjaga aqidah yang diajarkan Kiai-kiai kita terdahulu. Para Kiai Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah An-Nahdliyah, bagaimana menjaga akhlak kita, mengikuti akhlak para guru.  Menerapkan akhlak dan budaya Kiai. Kalau sudah mengenal budaya, kita akan menjadi insan beradab. Bukan biadab. Nah, ini jadi refleksi kita bersama,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar belajar pencak silat dan mengaji harus bersanad. Harus sampai perawinya.

Cak Tar kemudian mengisahkan sejarah Pencak Silat Cimande. Yang dicetuskan Nyai Ratu Rangga, cucu Sunan Gunung Jati. Di situ letak tataran nilai-nilai keislaman muncul. Tidak ada ceritanya dalam Pagar Nusa menyerang lebih dulu.

Diingatkannya agar para pendekar tidak jumawa untuk menyerang orang lain terlebih dahulu. Ia juga mengajak seluruh santri untuk merajut kebersamaan dan memperbaiki peradaban.

“Kita tidak bisa sendiri-sendiri. Kelompok-kelompok terdikotomi harus kita satukan. Bersama membangun budaya pencak silat. Pencak itu berarti gerak kewalian,” jelasnya.

Baca juga  15 Jenazah Berhasil Diidentifikasi

Di kesempatan sama, Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Kaltim, Agus Sofian Noor, turut menegaskan agar para santri di Balikpapan, di Kalimantan Timur bersinergi membentuk pelatih yang bersanad. Sebagaimana ilmu-ilmu lain yang sanadnya harus jalan.

“Kenapa para pelatih harus bersanad? Hal ini untuk menjaga kemurnian ilmu dan menghormati para Ulama pendiri-pendiri Pagar Nusa, yang dulu tidak mudah menyatukan para santri dan perguruan pencak silat se-Indonesia,” pesannya.

Para santri juga harus menjaga para Ulama. Melestarikan budaya pencak silat, menciptakan prestasi anak negeri. Diwajibkan melakukan amaliah-amaliah dalam Nu. Tugas pelatih, budaya pelatih untuk mengembangkan budaya amaliah santri.

“Pusdiklat 1 memiliki tugas, membentuk dan mencetak pelatih yang handal dari setiap cabang. Untuk itu kita harus menguatkan sinergitas,” pintanya.

Menurutnya Pusdiklat 1 membawahi Kaltim, Kaltara, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua. Untuk santri Pagar Nusa Wilayah Kaltim, ia berharap agar terus berlatih keras agar ke bisa menjadi atlet provinsi dan tingkat nasional. Agus jua berharap para sesepuh bisa terus menjaga, memberi semangat dan mengayomi para santri.

Dalam kesempatan itu dikukuhkan pula salah satu tokoh di Kaltim, drg. Syukri Wahid, sebagai Dewan Pembina Pusdiklat 1.

Peringatan Harlah yang dalam kondisi sangat sederhana, lanjutnya, tidak mengurangi itikad dan semangat para santri untuk selalu berupaya memberi maslahat pada umat, bangsa dan agama.

“Alhamdulillah, malam ini kita kukuhkan bapak drg. Syukri Wahid sebagai Dewan Pembina Pusdiklat 1. Acara pengukuhan khususnya akan dilakukan nanti berbarengan saat pengukuhan para pelatih,” jelasnya. Ia berharap, seluruh santri Pagar Nusa terus menjaga amaliah dan budaya yang ditanamkan para Kiai.

Pewarta: Faifai – Redaktur: Puerto

Tags: HL
ShareTweetShare
Newsroom

Newsroom

Berita Terkait

Waspada Potensi Hujan Lebat
Nasional

Waspada Potensi Hujan Lebat

26 Desember 2025
Ridwan Kamil Akhirnya Bicara
Nasional

Ridwan Kamil Akhirnya Bicara

24 Desember 2025
Iklim Indonesia 2026 Lebih Stabil
Nasional

Iklim Indonesia 2026 Lebih Stabil

23 Desember 2025
Kerukunan Umat Agama Meningkat
Nasional

Kerukunan Umat Agama Meningkat

23 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menpora Ajukan Pengunduran Diri

Menpora Ajukan Pengunduran Diri

10 Maret 2023
52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

14 Maret 2023
Türkiye and China: Two Great Powers Among Other Great Powers

Türkiye and China: Two Great Powers Among Other Great Powers

28 Februari 2023
Puluhan Pengurus Baru DPD Gelora Balikpapan Dilantik

Puluhan Pengurus Baru DPD Gelora Balikpapan Dilantik

22 Desember 2025
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

0
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

0
Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

0
Pemain persija jakarta marko simic saat tendangan salto

Marko Simic Kelelahan Usai Arak arakan Juara Piala Presiden

0
Pesan Presiden untuk Kejaksaan

Pesan Presiden untuk Kejaksaan

27 Desember 2025
Waspada Potensi Hujan Lebat

Waspada Potensi Hujan Lebat

26 Desember 2025
MAKI Ancam Gugat KPK

MAKI Ancam Gugat KPK

26 Desember 2025
Kaltim Optimalkan Realisasi APBD

Kaltim Optimalkan Realisasi APBD

24 Desember 2025

Recent News

Pesan Presiden untuk Kejaksaan

Pesan Presiden untuk Kejaksaan

27 Desember 2025
Waspada Potensi Hujan Lebat

Waspada Potensi Hujan Lebat

26 Desember 2025
MAKI Ancam Gugat KPK

MAKI Ancam Gugat KPK

26 Desember 2025
Kaltim Optimalkan Realisasi APBD

Kaltim Optimalkan Realisasi APBD

24 Desember 2025
dariMedia.id

dariMedia.ID bagian dari Cendana Network, di bawah naungan PT Multimedia Cendana Group. Menyajikan berita-berita ringan, berbeda, istimewa, dan berbobot.

Rubrikasi

  • Advertorial
  • Apps
  • Bencana
  • Berita
  • Business
  • Crimestory
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Finansial
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Geopolitik
  • HEADLINE
  • Health
  • Ibu Kota Nusantara
  • Intermeso
  • Internasional
  • Kabar Istana
  • Kaltim
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Newsroom
  • Oil and Gas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pangan
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Perbankan
  • Podcast
  • Politik
  • Regional
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Urban Design
  • World

Alamat Redaksi

Kaltim:

Perumahan Batu Ampar Lestari Tahap IV Blok D 01-B, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Biro DKI Jakarta:

Jalan Teratai Putih 1/32, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Biro Jabar: 

Jalan Bekasi Barat 2/23, Jatiasih, Jawa Barat.

Kontak iklan

CP: 0811.53.999.50

Email: marketing@darimedia.id, atau

redaksidarimedia@gmail.com

  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi & Manajemen
  • Disclaimer
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Advertorial
  • Berita Kementerian
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Bencana
  • Kaltim
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.