CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) IV di Balikpapan resmi dimulai hari ini, Rabu (4/11/2026).
Di balik semangat persaingan sengit para jurnalis yang tengah berlaga hingga besok, tersimpan cerita kehangatan saat pelepasan kontingen Penajam Paser Utara (PPU) di Kantor Bupati PPU.
Di tengah kesibukan meliput berita sehari-hari, kali ini para awak media tersebut yang menjadi lakon utamanya.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, berdiri di hadapan belasan wartawan bersama Sekretaris Daerah Tohar. Raut dukungannya terpancar jelas saat membakar semangat tim yang membawa nama daerah.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat serta meraih hasil terbaik,” tutur Abdul Waris Muin melepas keberangkatan tim.
Ingatan Abdul Waris melayang pada gelaran serupa di Kota Bontang beberapa waktu lalu.
Saat itu, kontingen PPU berhasil membawa pulang tujuh medali ke tanah Penajam. Catatan manis itu menjadi pijakan harapan baru untuk ajang yang berlangsung hari ini di Balikpapan.
“Informasi yang kami terima, pada kegiatan sebelumnya di Bontang, PPU berhasil mendapatkan tujuh medali. Mudah-mudahan pada event di Balikpapan ini bisa meningkat hingga 10 medali,” ucap Abdul Waris penuh harap.
Namun, di atas kalkulasi angka dan target medali, ia menitipkan pesan mendalam tentang kerendahan hati di arena laga.
“Selamat bertanding. Tetap kompak, jangan merasa hebat sendiri, dan jangan terlalu membanggakan diri ketika berhasil meraih kemenangan. Tetap rendah hati dan jaga kebersamaan,” pesannya menegaskan.
Bagi Sekda PPU, Tohar, ajang olahraga yang bergulir hari ini menyimpan makna yang lebih luas dari sekadar perburuan trofi.
Di mata Tohar, wartawan adalah perawat ingatan publik yang saban hari bergelut dengan fakta untuk mencerdaskan warga.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa menyambungkan silaturahmi dengan rekan-rekan seprofesi dari Penajam, Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan daerah lainnya. Peran kita sebagai awak media adalah turut mencerdaskan masyarakat serta menyampaikan fakta melalui pemberitaan,” urai Tohar.
Menyadari fisik para jurnalis yang terbiasa memegang pena dan kamera ketimbang berlari di lapangan terbuka, Tohar lantas mengingatkan agar para atlet media tidak memaksakan diri sepanjang laga.
“Jangan sampai ada yang pulang dari PORWADA dalam kondisi cedera. Utamakan keselamatan dan jangan memaksakan diri. Prestasi bukan tujuan utama, yang lebih penting adalah keikutsertaan, silaturahmi, dan kebersamaan dengan rekan-rekan wartawan lainnya,” tegas Tohar menutup pesannya. (ADV)
Pewarta: Salsabila

















