CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID — Balai Benih Ikan BBI di Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara PPU, didorong menjadi Unit Pelaksana Teknis UPT untuk memenuhi kebutuhan bibit ikan air tawar yang terus meningkat.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap pasokan bibit dari luar daerah.
Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto mengatakan, BBI Nenang selama ini menjadi perpanjangan tangan dinas dalam penyediaan bibit ikan. Karena itu, pihaknya mendorong agar fasilitas tersebut segera ditingkatkan statusnya menjadi UPT.
“BBI di Nenang ini merupakan perpanjangan tangan dinas. Harapan kami bisa segera dijadikan UPT agar masyarakat tidak pusing lagi mencari bibit ikan air tawar yang unggul,” ujar Andi, Rabu 30/09/2026.
Menurutnya, BBI Nenang nantinya diarahkan memproduksi berbagai jenis ikan air tawar, seperti nila, lele, serta varietas lainnya. Selain memenuhi kebutuhan pembudidaya, pengelolaan BBI sebagai UPT diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah PAD PPU.
Kebutuhan bibit ikan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pembudidaya di PPU. Produksi bibit secara mandiri dinilai penting agar ketersediaan pasokan tidak selalu bergantung pada daerah lain.
“Potensi produksi ikan air tawar sangat diminati masyarakat. Jangan sampai potensi kita besar, tetapi ikannya masih didatangkan dari luar. Ini yang kita antisipasi. Kami ingin memproduksi sendiri dengan harga yang murah dan terjangkau bagi pembudidaya,” jelasnya.
Andi mengatakan, hasil budidaya ikan masyarakat saat ini tidak hanya dipasarkan melalui pasar lokal dan warung makan di PPU. Ikan hidup berukuran konsumsi juga banyak dibutuhkan pengelola kolam pemancingan yang secara rutin melakukan pembelian.
Ia turut mengapresiasi masyarakat yang mulai memanfaatkan lahan kosong di sekitar permukiman untuk membuat kolam ikan secara mandiri. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut dapat mendukung program ketahanan pangan daerah.
Dalam kesempatan lain, Andi mengatakan pengembangan budidaya ikan air tawar dan payau masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan. Potensi tersebut tidak hanya didukung ketersediaan sumber daya perikanan, tetapi juga tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten PPU berupaya memaksimalkan sektor budidaya perikanan sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Pengembangan sektor tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya pembudidaya ikan yang menggantungkan pendapatan dari sektor perikanan.
Hingga saat ini, produksi budi daya ikan air tawar dan payau di Kabupaten PPU tercatat berkisar 11.000 hingga 12.000 ton per tahun.
Produksi tersebut berasal dari kegiatan budidaya yang memanfaatkan karakteristik wilayah PPU, baik melalui pengembangan komoditas pada lingkungan air tawar maupun perairan payau yang merupakan perpaduan air tawar dan air laut. (ADV)
Pewarta : Taufik

















