CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kebakaran hutan dan lahan, mulai berdampak di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dinas Kesehatan PPU mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Peringatan itu seiring kasus Karhutla di beberapa titik di wilayah PPU.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan musim kemarau yang terjadi tiga bulan terakhir ini berdampak terhadap peningkatan kasus ISPA di Benuo Taka.
Selain itu, Lukas menyatakan peningkatan kasus ISPA di PPU juga tidak terlepas dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Termasuk sebaran debu selama musim kemarau sehingga mempengaruhi kualitas udara.
“Secara umum indeks kualitas udara di wilayah PPU masih dalam kategori baik. Tetapi di wilayah yang dekat titik karhutla sangat terdampak kualitas udaranya yang dapat memicu penyakit ISPA,” jelasnya.
Lukasiwan merinci, Dinkes PPU mencatat sepanjang Agustus 2026 terdapat 2.364 kasus ISPA dan mengalami peningkatan 35,93 persen atau 636 kasus dari bulan sebelumnya.
Jumlah kasus ISPA berdasar laporan dari setiap puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
Meski begitu, lanjut Lukasiwan, ada tiga puskesmas yang menangani kasus ISPA tertinggi, yakni Puskesmas Penajam sebanyak 572 kasus, Puskesmas Babulu sebanyak 291 kasus dan Puskesmas Sotek sebanyak 276 kasus.
“Selama tiga bulan terakhir terjadi peningkatan kasus ISPA,” ujar Lukas, Senin 14 September 2026.
Ia mengungkapkan, dari 2.364 kasus ISPA, kelompok usia 20-59 tahun yang terkena penyakit ISPA tertinggi dengan 801 kasus.
Adapun kelompok usia 5-19 tahun sebanyak 757 kasus. Kelompok balita sebanyak 662 kasus serta kelompok usia 60 tahun ke atas sebanyak 144 tahun.
Ia memastikan, Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas terus melakukan pencegahan penyakit ISPA dengan mengimbau masyarakat menggunakan masker.
Selain itu, Dinkes juga menyiapkan sejumlah kebutuhan kesehatan. Stok obat dan masker dipetakan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat maupun petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Kita juga proses pengadaan multivitamin karena kadang dalam sehari harus memadamkan beberapa titik api,” imbuhnya.
Karena itu, petugas di lapangan ini butuh vitamin untuk menjaga stamina mereka.
Untuk masker, Dinkes masih menghitung ketersediaan dan mengupayakan tambahan pasokan melalui Kementerian Kesehatan.
Kebutuhannya mencakup masker untuk orang dewasa, anak-anak hingga bayi. Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perlindungan pernapasan. (ADV)
Pewarta: Agung

















