CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur melalui Bupati, Mudyat Noor mengatakan bahwa saat ini penerima manfaat bantuan pendidikan berupa Kartu Penajam Cerdas bertambah.
Pertambahan tersebut diberikan kepada peserta didik baru madrasah ibtidaiyah MI dan madrasah tsanawiyah MTs di bawah kewenangan Kemenag, karena belum masuk skema penerima manfaat Kartu Penajam Cerdas.
Bantuan pendidikan melalui Kartu Penajam Cerdas di Penajam Paser Utara ditargetkan mulai disalurkan bulan ini. Tahun ini, 6.545 siswa tercatat sebagai penerima dengan bantuan Rp600 ribu per rekening.
“Tahun ini, menambah penerima manfaat Kartu Penajam Cerdas agar dirasakan secara lebih merata oleh peserta didik,” ucap Mudyat, pada Minggu, 20 September 2026.
Ia menjelaskan sebelumnya Kartu Penajam Cerdas hanya mengakomodasi sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Dikpora Kabupaten.
Program Kartu Penajam Cerdas mulai dilaksanakan pada 2025, dengan penerima manfaat peserta didik baru, yakni murid kelas satu sekolah dasar SD dan kelas satu sekolah menengah pertama SMP di bawah naungan Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kartu Penajam Cerdas berisikan saldo Rp600 ribu ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat untuk pemenuhan kebutuhan sekolah, seperti pembelian seragam dan alat perlengkapan belajar, sehingga dapat meringankan beban ekonomi orang tua.
“Jumlah penerima manfaat bantuan Kartu Penajam Cerdas untuk peserta didik SD dan SMP tercatat 6.546 orang, dan untuk murid MI dan MTs terdata 958 orang,” ungkapnya.
Mudyat mengatakan program bantuan pendidikan ini sebagai upaya meringankan beban orang tua peserta didik, dengan harapan tidak ada lagi anak usia sekolah tidak menempuh pendidikan karena terkendala biaya.
Pimpinan Cabang Bankaltimtara Penajam, Agus Setiawan, menyampaikan penyaluran masih menunggu proses verifikasi data penerima, termasuk penerbitan SK Bupati.
“Paling lambat bulan depan. Kartu sudah kami siapkan, besarannya masih sama Rp600 ribu untuk setiap rekening,” terang Agus, pada Senin (14/9/2026).
Ia merinci, jumlah penerima tahun ini mencakup 3.248 siswa SD, 2.639 siswa SMP, 126 siswa MI, dan 532 siswa MTs.
“Ada tambahan penerima dari madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah. Total penerima tahun ini mencapai sekitar 6.000 siswa,” ujarnya.
Bantuan disalurkan secara nontunai langsung melalui rekening siswa.
Bankaltimtara memastikan data penerima dan orangtua atau wali yang mengambil kartu sesuai dokumen yang telah diverifikasi.
Ini menjadi perhatian lantaran pada penyaluran sebelumnya ditemukan persoalan data, seperti orangtua yang bercerai atau meninggal dunia.
Semisal nama penerima dan orangtua atau walinya harus dipastikan sesuai saat kartu diserahkan.
“Tahun lalu ada kendala karena kondisi orangtua, seperti bercerai atau meninggal dunia,” kata Agus. Tahun ini, kartu akan diterima langsung oleh siswa bersama orangtua atau wali yang datang saat pendistribusian.
Bankaltimtara juga kembali menggunakan pola jemput bola dengan mendatangi tiap kecamatan dan menjadwalkan pembagian di sekolah. (ADV)
Pewarta: Agung

















