CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menyerang sebuah pangkalan udara Amerika.
Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan dini hari oleh pasukan AS di sebuah lokasi dekat bandara di Bandar Abbas, Iran.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengumumkan bahwa sebuah pangkalan udara, diserang.
Target serangan diidentifikasi sebagai asal mula “agresi” AS tetapi tidak menyebutkan lokasinya, diserang pada pukul 04.50 waktu setempat (01.20 GMT).
Pengumuman itu menyusul laporan bahwa militer AS telah menyerang sebuah daerah di pinggiran Bandar Abbas.
IRGC juga menegaskan setiap agresi tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Tindakan militer lebih lanjut akan menghadapi tanggapan yang “lebih tegas,” demikian pertanyaan IRGC.
Ketegangan terbaru Iran dan AS terjadi di tengah perundingan yang belum berbuah hasil.
AS menuntut Iran memusnahkan semua nuklirnya, tapi Teheran menolak permintaan Amerika.
Muncul usulan, uranium Iran dipindahkan ke negara ketiga. AS menolak jika uranium Iran diserahkan ke Rusia atau Iran.
Sebelumnya Angkatan Laut IRGC dilaporkan juga berhadapan dengan kapal tanker minyak AS.
Kapal tanker itu mencoba melintasi Selat Hormuz dengan mematikan sistem radar mereka.
Menurut laporan tersebut, Angkatan Laut IRGC menembak dengan cepat dan tepat, memaksa kapal tanker minyak AS untuk berbalik.
Perang AS verus Iran dan Israel dimulai pada 28 Februari.
AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran yang mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata.
Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.
Meski tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran.
ROL

















