CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan sepanjang 2.772 kilometer.
Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan rencana pembangunan masih tahap perhitungan dan penyusunan matang lintas kementerian.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” ujar AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional, dinukil Senin (25/5/2026).
Pemerintah juga akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
Masuknya proyek Trans Kalimantan dinilai menjadi sinyal kuat jika Kalimantan diposisikan sebagai kawasan strategis nasional setelah pembangunan IKN.
AHY menegaskan pembangunan konektivitas Indonesia, khususnya di Kalimantan, tidak bisa hanya mengandalkan jalan darat dan jalan tol.
Menurut AHY, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan integrasi transportasi laut, udara, dan kereta api agar pembangunan tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
“Pembangunan tidak boleh Jawa sentris. Kita bukan negara kontinental, sehingga pembangunan konektivitas tidak bisa menggunakan resep negara-negara kontinental,” imbuh AHY.
Pernyataan ini menjadi sorotan lantaran pemerintah kembali memasukkan proyek Trans Kalimantan dalam agenda strategis nasional.
Apalagi di tengah dorongan pemerataan pembangunan dan penguatan konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
AHY menegaskan pembangunan infrastruktur harus berorientasi pemerataan ekonomi dan keadilan pembangunan antardaerah.
Ia menegaskan, tanpa distribusi pembangunan yang merata, manfaat pertumbuhan ekonomi tidak akan dirasakan seluruh masyarakat.
“Tanpa pemerataan, tidak ada gunanya pembangunan,” ujarnya.
Karena itu, lanjut AHY, pemerintah harus memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi terdistribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
Selain konektivitas, AHY juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang aman, efisien, dan tahan terhadap bencana.
Pemerintah menilai penguatan transportasi terpadu di Kalimantan dapat menjadi salah satu fondasi penting.
Terutama untuk mempercepat integrasi ekonomi kawasan, menekan biaya logistik, sekaligus memperkuat daya saing wilayah luar Jawa di masa depan.
Pewarta: Agung

















