CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur terus memperkuat tiga pilar kebudayaan.
Tiga pilar itu; pedalaman, keraton, dan pesisir sebagai identitas provinsi Bumi Etam.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kaltim Sih Sudiyono, menjelaskan keragaman budaya Kalimantan Timur bertumpu kebudayaan suku pedalaman.
“Selain itu tradisi keraton, dan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menilai pilar pedalaman merepresentasikan kekayaan tradisi luhur Suku Dayak yang hidup berdampingan harmonis dengan kelestarian alam dan lingkungan hutan wilayah setempat.
Sudiyono mencontohkan, tradisi pesta panen yang dirangkai dalam Lom Plai di Muara Wahau, Kutai Timur, termasuk penguatan gelaran budaya Dayak Kenyah di Desa Budaya Pampang.
Adapun pilar keraton mewariskan nilai adiluhung peninggalan kerajaan bersejarah.
“Seperti Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kelestariannya terus dijaga eksistensinya hingga zaman sekarang,” imbuhnya.
Kemudian pilar pesisir mencerminkan tingginya dinamika masyarakat perairan yang terbuka terhadap akulturasi peradaban melalui jalur pelayaran perdagangan sungai maupun perairan lautan.
“Salah satunya tercermin pada Pelas Laut Desa Sekerat, Kutai Timur,” sebutnya.
Ia bilang, pelestarian warisan peradaban diwujudkan melalui pengusulan Cagar Budaya Peringkat Nasional setelah melewati serangkaian tahapan kajian akademis yang sangat dalam dan berjenjang.
Sejumlah cagar budaya nasional yang telah berhasil ditetapkan pemerintah di antaranya Museum Mulawarman, Museum Sadurengas, Lamin Mancong, dan Masjid Jami’ Aji Amir Hasanuddin.
Instansi pemerintah terkait tetap konsisten mengupayakan berbagai program pemberdayaan generasi muda guna menarik minat Gen Z terhadap pelestarian tradisi kebudayaan lokal.
Program pembinaan tersebut meliputi implementasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah guna menutupi kekurangan pengajar kesenian serta pelaksanaan kegiatan perlombaan cerdas cermat sejarah lokal.
Ajang duta budaya dan paduan suara Gita Bahana Nusantara turut diselenggarakan untuk menyediakan panggung berekspresi bagi para generasi muda berprestasi nasional.
Di sektor kuliner tradisional, makanan khas seperti amplang Samarinda, kue amparan tatak, dan jajak juragan mabok resmi mengantongi Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Disdikbud Kaltim kini berfokus menyusun usulan pendaftaran kuliner Kue Keminting sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun ini.
Sinergi yang kokoh diperlukan agar kebudayaan Kalimantan Timur mampu berdiri sejajar dengan daerah peradaban maju layaknya Provinsi Bali dan Yogyakarta,” kata Sudiyono.
Pewarta: Taufik

















