CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Negara Zionis dengan Uni Emirat Arab kian lengket. Israel mengirimkan baterai anti-rudal Iron Dome dan personel untuk mengoperasikannya ke Uni Emirat Arab untuk mempertahankan negara tersebut dari balasan Iran.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee mengungkapkan hal ini, ia menekankan berkembangnya hubungan pertahanan antara Israel dan UEA.
Huckabee, mantan gubernur Arkansas dan pernah menjadi calon presiden, menyampaikan komentar itu di atas panggung pada sebuah acara di Tel Aviv, Israel.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Uni Emirat Arab, anggota pertama perjanjian Abraham,” kata Huckabee di Konferensi Tel Aviv.
“Lihat saja manfaatnya. Israel baru saja mengirimi mereka baterai Iron Dome dan personel untuk membantu mengoperasikannya,” imbuhnya.
Uni Emirat Arab, federasi tujuh kerajaan di Semenanjung Arab, secara diplomatis mengakui Israel tahun 2020.
UEA tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pengakuan Huckabee.
Huckabee menambahkan bahwa ia “sangat optimis” negara-negara lain di kawasan ini akan bergabung dengan Abraham Accords, perjanjian pengakuan diplomatik tahun 2020 yang juga mencakup kerajaan Teluk Arab, Bahrain, untuk menjalin hubungan formal dengan Israel.
Namun, banyak negara Arab tetap marah dengan aksi genosida Israel selepas serangan Hamas pada tahun 2023.
Genosida itu menyebabkan ratanya Jalur Gaza dan sekutu Iran melakukan serangan di Timur Tengah yang lebih luas. Israel sekarang juga menguasai wilayah di Lebanon dan Suriah.
“Negara-negara Teluk kini paham bahwa mereka harus membuat pilihan – apakah mereka lebih mungkin diserang oleh Iran atau Israel?” tanya Huckabee.
“Mereka melihat bahwa Israel membantu kami dan Iran menyerang kami. Israel tidak mencoba mengambil alih tanah Anda, dan tidak meluncurkan rudal kepada Anda.”
Pernyataan Huckabee ini bersamaan dengan laporan bahwa Uni Emirat Arab secara diam-diam melakukan pemboman terhadap Iran selama perang yang dilancarkan oleh pendudukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam.
Ini menandai peningkatan signifikan dan sebelumnya tidak diungkapkan dalam keterlibatan negara-negara Teluk dalam perang tersebut.
Sebuah laporan dari The Wall Street Journal mengutip sumber-sumber yang dikenal yang mengungkapkan salah satu serangan menghantam kilang minyak di Pulau Lavan Iran di Teluk Persia pada awal April.
Serangan itu menyebabkan kebakaran besar dan menghentikan sementara sebagian kapasitas produksinya. UEA belum secara terbuka mengakui operasi tersebut.
Serangan yang dilaporkan terhadap kilang Pulau Lavan terjadi sekitar waktu pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump setelah kampanye pengeboman selama lima minggu.
Agresi tersebut diduga memicu kebakaran besar dan mengganggu operasi selama berbulan-bulan. Iran, pada saat itu, mengatakan kilangnya terkena serangan musuh dan membalasnya dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan UEA dan Kuwait.
Para analis yang dikutip dalam laporan tersebut berpendapat bahwa serangan tersebut mencerminkan pergeseran kebijakan UEA menuju agresi militer yang lebih langsung, terutama setelah Iran dilaporkan meluncurkan ribuan rudal balasan dan drone ke wilayah UEA selama perang terhadap aset-aset AS.
Serangan-serangan ini, menurut para pejabat Teluk yang dikutip dalam laporan tersebut, mempunyai konsekuensi ekonomi, termasuk gangguan terhadap pariwisata, penerbangan, dan pasar properti di UEA.
ROL

















