CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kepolisian Resort Kota Balikpapan menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan selama arus mudik khususnya di malam takbiran, hingga Lebaran 2026.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menyatakan, kawasan pusat perbelanjaan seperti Balikpapan Super Block (BSB) sampai Jalan MT Haryono menjadi satu di antara titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.
“Dari hasil analisa kami, kawasan BSB mulai pertigaan sampai Stalkuda lalu ke MT Haryono berpotensi terjadi kemacetan cukup parah. Karena itu kami siapkan rekayasa lalu lintas,” ujar Jerrold, Jumat.
Rekayasa ini telah disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk kemungkinan penutupan sejumlah akses putar balik (U-turn) di waktu-waktu tertentu guna mengurai antrean kendaraan.
Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami dan bersabar jika ada penutupan jalan atau perubahan arus lalu lintas.
Ia bilang, selain rekayasa lalu lintas, Polresta Balikpapan juga mengerahkan 609 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Aparat melakukan Operasi Ketupat yang telah dimulai sejak 13 Maret lalu.
Ratusan personel ini disiagakan di tiga pos pengamanan, masing-masing di Plaza Balikpapan, BSB dan Manggar.
Selain itu, sejumlah pos terpadu juga didirikan di titik-titik strategis seperti Pelabuhan Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, serta Bandara Sepinggan.
Terkait pos pantau, katanya, ada yang bersifat fleksibel dan dapat berpindah sesuai kondisi di lapangan apabila terjadi penumpukan kendaraan.
Potensi kemacetan tidak hanya dipicu tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga faktor cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap sabar jika terjadi antrean akibat genangan. Petugas akan segera turun untuk mengurai kepadatan.
“Masyarakat diingatkan tetap menjaga ketertiban saat merayakan malam takbiran, khususnya dalam berlalu lintas,” papar Jerrold.
Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, seperti knalpot bising, kendaraan muatan berlebih, sampai penumpang di luar kapasitas, diminta agar dihindari karena berpotensi membahayakan.
Ia mengingatkan, keselamatan harus menjadi prioritas bersama, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pewarta: Taufik

















