• Berita
  • Politik
  • Crimestory
  • Finansial
  • Bencana
  • Pangan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • SEO SCORE
dariMedia.id
Advertisement
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
Jumat, Juni 5, 2026
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
No Result
View All Result
dariMedia.id
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kaltim
  • Kaltara
  • Ibu Kota Nusantara
  • Nasional
  • Internasional
  • Parlemen
  • Newsroom
Home Nasional

Pemerintah Didesak Keluar dari BoP

Newsroom by Newsroom
16 Maret 2026
in Nasional
0
Pemerintah Didesak Keluar dari BoP

Indonesia diminta keluar dari BoP. (GI)

CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Forum Dialog Nusantara (FDN) bersama sejumlah mantan Duta Besar RI dan para pakar, mendesak pemerintah meninjau kembali keanggotaannya di organisasi Board of Peace (BOP). Pemerintah juga diminta mengkaji rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza.

Kebijakan ini dinilai tidak sejalan amanat konstitusi dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Menurut Co-founder dan Ketua Dewan Penasehat FDN, Ilham Akbar Habibie, dalam keterangannya mengingatkan, meski awal bergabung BOP sebagai komitmen konstitusional membantu rakyat Palestina, namun kini situasinya bergeser menjadi konflik lebih luas.

Ia menekankan perlunya evaluasi mendalam apakah tetap berada di dalam BOP masih sejalan dengan prinsip perdamaian, terutama ketika anggota organisasi tersebut justru terlibat aktif dalam peperangan.

“Bagaimana jika tujuan awal rekonstruksi Gaza terancam bias kepentingan pihak-pihak tertentu,” pesannya.

Duta Besar RI untuk Ukraina 2017-2021, Yuddy Chrisnandi menyebut setiap perjanjian internasional yang menimbulkan beban keuangan negara yang besar seperti iuran keanggotaan BOP, dan keputusan pengiriman pasukan TNI ke luar negeri wajib mendapatkan persetujuan dari DPR RI.

Baca juga  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Hal ini merujuk Pasal 11 UUD 1945. “Semua demi menjaga martabat Indonesia sebagai negara demokrasi yang modern dan beradab,” tegasnya.

Adapun Mayjen TNI (Purn) Muhammad Lutfie Wittoeng, Duta Besar RI untuk Venezuela 2016–2020 memaparkan analisis teknis mengenai anatomi penugasan militer di zona konflik.

Ia mengingatkan pengiriman 8.000 personel, yang mayoritas terdiri dari satuan zeni konstruksi dan kesehatan, menuntut kesiapan logistik dan pembekalan mental yang luar biasa karena akan bekerja di lingkungan yang hancur lebur dalam durasi panjang.

“Faktor psikologis prajurit harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Hal ini untuk mencegah terjadinya gesekan dengan kelompok lokal seperti Hamas. Apalagi tingkat stres di medan perang dapat memicu insiden yang tidak diinginkan jika tidak dikelola pengawasan komando yang sangat jelas.

Hajriyanto Y. Thohari Duta Besar RI untuk Lebanon 2019–2025 juga mengkritisi rencana pengiriman pasukan dari sisi mandat internasional dan kapasitas fiskal negara.

Baca juga  New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Ia mempertanyakan dasar hukum pengiriman TNI ke Gaza, tanpa pelibatan pasukan PBB.

“Apa dasar hukum pengerahan pasukan jika dilakukan di luar bendera PBB, mengingat selama ini misi perdamaian Indonesia selalu memiliki legitimasi internasional dan dukungan pembiayaan global yang jelas,” tandasnya.

Hajriyanto juga menyoroti karakter kepemimpinan Donald Trump yang dianggap eratik dan transaksional, sehingga Indonesia harus sangat berhati-hati.

Tindakan kehati-hatian, lanjutnya, agar tidak hanya dimanfaatkan dalam skema politik kesepakatan yang belum tentu menjamin berdirinya negara Palestina yang berdaulat.

Adapun Aloysius Lele Madja, Duta Besar RI untuk Cile 2011 – 2014 mengingatkan potensi jebakan kepentingan bisnis di balik skema rekonstruksi Gaza yang diprakarsai oleh pihak luar.

Walaupun ia menghargai moralitas politik Presiden yang ingin mewujudkan janji kampanyenya untuk membantu Palestina, ia menekankan Indonesia tidak boleh terjebak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu yang bersifat transaksional.

“Setiap langkah diplomatik harus tetap terukur dan memastikan hasil akhirnya solusi dua negara yang adil.  Bukan sekadar proyek pembangunan fisik yang mengesampingkan kedaulatan politik bangsa Palestina,” imbuhnya.

MI

Tags: BOP
ShareTweetShare
Newsroom

Newsroom

Berita Terkait

Nasional

Beli Kartu HP Baru Harus Verifikasi Wajah

29 Mei 2026
Nasional

Sore Ini Hasil UBTK 2026 Dirilis

25 Mei 2026
BRIN Bangun Kapal Listrik Pengangkut Sampah
Nasional

BRIN Bangun Kapal Listrik Pengangkut Sampah

24 Mei 2026
19 WNI Ditangkap di Saudi
Nasional

19 WNI Ditangkap di Saudi

14 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

52 Siswa SMP Sayat Tangan Sendiri

14 Maret 2023
Menpora Ajukan Pengunduran Diri

Menpora Ajukan Pengunduran Diri

10 Maret 2023
Kepala Dinas Jadi Dewas PDAM, MAKI: Tak Langgar Aturan

Kepala Dinas Jadi Dewas PDAM, MAKI: Tak Langgar Aturan

14 Mei 2026
Türkiye and China: Two Great Powers Among Other Great Powers

Türkiye and China: Two Great Powers Among Other Great Powers

28 Februari 2023
Ketua Umum DPP PPP romahurmuziy tengah

Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

0
Ketua nu jatim hasan mutawakkil alallah di masjid-al akbar surabaya

NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

0
Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

0
Pemain persija jakarta marko simic saat tendangan salto

Marko Simic Kelelahan Usai Arak arakan Juara Piala Presiden

0

PPU: IKN Buka Pintu Investasi Baru 

29 Mei 2026

BPK Temukan Kelebihan Bayar Miliaran di Pemprov Kalimantan Timur 

29 Mei 2026

Mengenang 52 Korban Tambang Kaltim

29 Mei 2026

Beli Kartu HP Baru Harus Verifikasi Wajah

29 Mei 2026

Recent News

PPU: IKN Buka Pintu Investasi Baru 

29 Mei 2026

BPK Temukan Kelebihan Bayar Miliaran di Pemprov Kalimantan Timur 

29 Mei 2026

Mengenang 52 Korban Tambang Kaltim

29 Mei 2026

Beli Kartu HP Baru Harus Verifikasi Wajah

29 Mei 2026
dariMedia.id

dariMedia.ID bagian dari Cendana Network, di bawah naungan PT Multimedia Cendana Group. Menyajikan berita-berita ringan, berbeda, istimewa, dan berbobot.

Rubrikasi

  • Advertorial
  • Apps
  • Bencana
  • Berita
  • Business
  • Crimestory
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Finansial
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Geopolitik
  • HEADLINE
  • Health
  • Ibu Kota Nusantara
  • Intermeso
  • Internasional
  • Kabar Istana
  • Kaltara
  • Kaltim
  • Kementerian
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Newsroom
  • Oil and Gas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pangan
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pemkab PPU
  • Perbankan
  • Podcast
  • Politik
  • Regional
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • Urban Design
  • World

Alamat Redaksi

Balikpapan:

Perumahan  Batu Ampar Lestari Tahap IV Rt 50, Blok D Nomor 01B.

Penajam Paser Utara:

Perumahan BTN Km 4/17, Penajam.

Untuk kerja sama dan partner, silakan berkorespondensi, melalui email:

redaksidarimedia@gmail.com

marketing@darimedia.id

sales@darimedia.id

Direct contact: 08115399950

  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi & Manajemen
  • Disclaimer
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Advertorial
    • Pemkab PPU
    • DPRD PPU
  • Kementerian
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pangan
  • Bencana
  • Kaltim
  • Jejaring
  • SEO SCORE

© 2025 Copyright PT Multimedia Cendana Group - Cendana Network. All Rights Reserved.