CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Hizbullahmelakukan serangan roket yang menyasar para prajurit di unit elite tentara pertahanan Israel IDF, Brigade Givati, pada Jumat (6/3/2026).
Mereka melakukan serangan tersebut di Israel utara. Melansir The Times of Israel, akibat serangan itu delapan tentara IDF mendapat luka serius. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Roket tersebut menghantam posisi tentara di dekat perbatasan Lebanon-Israel.
Lima orang berada dalam kondisi serius dan tiga lainnya luka ringan, kata pihak militer.
Di antara mereka yang terluka ringan akibat serangan roket itu putra Menteri Keuangan Betzalel Smotrich, kata kantor menteri.
Smotrich dikenal sebagai salah satu menteri kabinet Benjamin Netanyahu yang paling kerap menebar kebencian terhadap warga Palestina dan Muslim.
Ia berulang kali mendorong pemusnahan Palestina dan perluasan wilayah Israel. Ia juga mendorong panghancuran Masjid al-Aqsa untuk dijadikan kuil Yahudi.
Serangan Hizbullah ke Israel belakangan kembali gencar sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel ke Iran. Kelompok tersebut memang selama ini menjadi sekutu Iran di kawasan.
Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara di Beirut pada Kamis malam dan Jumat pagi.
Menurut IDF, serangan itu menghantam 10 gedung bertingkat yang digunakan oleh Hizbullah di pinggiran Dahiyeh, Beirut, yang merupakan basis Hizbullah.
Bangunan-bangunan tersebut, termasuk gudang drone dan markas besar dewan eksekutif Hizbullah, “dimaksudkan untuk digunakan Hizbullah untuk maju dan melakukan berbagai serangan terhadap pasukan IDF dan Negara Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan.
Serangan IDF di Beirut didahului dengan perintah evakuasi massal bagi penduduk di empat lingkungan utama Dahiyeh.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada hari Jumat memperingatkan bahwa pengungsian tersebut berisiko menimbulkan “bencana kemanusiaan.”
PBB mengatakan perintah evakuasi menyeluruh Israel menimbulkan “keprihatinan serius” berdasarkan hukum internasional.
Israel menyatakan evakuasi dimaksudkan untuk mencegah kerugian terhadap warga sipil karena mereka menargetkan infrastruktur teror.
Hizbullah juga mengeluarkan peringatan evakuasinya sendiri ke kota-kota Israel di dekat perbatasan dengan Lebanon pada hari Jumat.
Hal ini sebagai tanggapan sinis terhadap perintah evakuasi Dahiyeh Israel. Israel mengatakan pihaknya tidak mengevakuasi kota-kota di wilayah utara Israel, dan malah melancarkan serangan darat dan udara yang bertujuan untuk mengusir Hizbullah dari perbatasan.
Media pemerintah Lebanon melaporkan pada hari Jumat bahwa Israel menyerang sebuah bangunan di jalan raya utama di kota pesisir selatan Sidon tanpa peringatan sebelumnya. IDF belum mengomentari laporan tersebut.
Pewarta: Widy

















