CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – TPID Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser sepakat memperkuat pasokan pangan untuk menjaga stabilitas harga sepanjang 2026.
Kesepakatan itu mencakup penandatanganan kerja sama antara mitra SPPG–MBG dan sejumlah produsen pangan, sebagai langkah memastikan ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya risiko inflasi tahun ini. Minggu, 22/02/2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan penguatan pasokan menjadi prioritas karena operasional SPPG–MBG pada 2026 diperkirakan meningkat sehingga membutuhkan suplai bahan pangan yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Jadi kita perlu antisipasi, yaitu kerja sama dengan produsen dan distributor pangan untuk meminimalkan potensi gejolak harga, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dalam menu MBG,” jelasnya.
Bupati Penajam Paser Utara selaku Ketua TPID PPU menyiapkan strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Momen Ramadan dan Idul Fitri menjadi ujian dari strategi tersebut.
Termasuk di dalam 4K, adalah monitoring pasar, operasi pasar murah, dan Gerakan Pangan Murah di beberapa kecamatan.
Dari Paser dimunculkan program Paser Beraksi, yaitu peningkatan produksi telur ayam ras, yang menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu sentra unggas dan percontohan hilirisasi nasional.
selaku Ketua TPID Balikpapan, Walikota Balikpapan menyampaikan perlunya penyusunan neraca pangan yang lengkap untuk memetakan kebutuhan daerah. Dengan daftar neraca itu Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Balikpapan dengan PPU dan Paser, bahkan juga dengan daerah pemasok lainnya, akan lebih optimal.
Ada pun kerja sama pasokan pangan yang disepakati melibatkan lima mitra SPPG–MBG dan enam produsen di Balikpapan, serta empat mitra dan satu produsen tahu di PPU, sementara Paser mendukung melalui peningkatan kapasitas produksi unggas.
Program-program tersebut di atas juga menjadi program prioritas TPID ketiga daerah untuk tahun 2026 ini.
ATR

















