Darimedia.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Seminar Investasi Karbon Hutan.
Tajuknya: Peluang dan Tantangan, yang dihelat di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (28/10/2025).
Agenda ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi hijau dan investasi berkelanjutan di wilayah Bumi Etam.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana menegaskan, seminar ini bagian dari langkah nyata Pemprov Kalimantan Timur mendorong transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Menurutnya nilai ekonomi hutan saat ini tidak hanya berasal dari hasil kayu dan non-kayu, tetapi juga dari jasa lingkungan dan stok karbon yang memiliki nilai jual tinggi.
“Ini membuka peluang besar bagi Kalimantan Timur untuk menarik investasi berbasis konservasi dan lingkungan,” ujar Mantan Kepala BPKAD Provinsi Kaltim tersebut.
Ia berujar, konsep investasi karbon pada dasarnya merupakan bentuk kompensasi terhadap emisi karbon yang dihasilkan perusahaan-perusahaan besar dunia.
Semakin Hijau, Semakin Cuan
Negara atau daerah yang mampu menjaga hutannya dengan baik berhak menerima dana kompensasi dari lembaga internasional seperti Bank Dunia.
“Semakin hijau dan terjaga hutan kita, semakin besar pula potensi pendapatan dari karbon yang bisa diperoleh,”tambahnya.
Kalimantan Timur termasuk provinsi pertama di Indonesia yang berhasil menerima manfaat dari program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF) yang difasilitasi oleh Bank Dunia.
Melalui program ini, Kaltim telah berhasil menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, serta mendapatkan pembayaran berbasis kinerja (result-based payment) senilai jutaan dolar Amerika Serikat.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga berencana menjalin kerja sama dalam inisiatif Tropical Forest Forever Facility (TFFF). Ini adalah platform yang mengintegrasikan pendanaan konservasi, investasi karbon, dan pembangunan ekonomi lokal.
Ia menambahkan, DPMPTSP Kaltim berkomitmen untuk terus memfasilitasi investasi hijau dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tiga langkah utama yang menjadi fokus pemerintah antara lain:
Pertama, memfasilitasi perizinan investasi hijau melalui sistem OSS berbasis risiko dan pendampingan teknis untuk proyek berbasis hutan dan karbon.
Kemudian mendorong partisipasi dunia usaha lokal agar menjadi pelaku aktif dalam rantai nilai karbon, hutan sosial dan jasa lingkungan. Serta memperkuat kapasitas daerah agar siap mengelola investasi karbon secara akuntabel dan berkelanjutan.
DPMPTSP Kaltim menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Provinsi Kalimantan Timur, Prof. Dr. Ir. H. Daddy Ruhiyat Natawijaja, dan Kepala Bagian Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Kaltim, Nanang Hayani.
Turut hadir perwakilan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIII Samarinda
Selanjutnya, Direktur Utama PD Sylva Kaltim Sejahtera Widyasmoro Eko Prawito. Lalu Kepala Bidang Layanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kaltim Heru Pratama. Serta sejumlah pejabat dari instansi pemerintah daerah.
Pewarta: Faifai Prabowo

















