darimedia.ID – Kodam VI/Mulawarman menetapkan 1.748 peserta sebagai Komcad alias Komponen Cadangan, dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Ribuan peserta itu masuk gelombang 3 tahun anggaran 2025, di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, menerangkan mereka telah menjalani dua bulan pelatihan dasar militer dan satu bulan pelatihan manajerial.
“Kini, mereka siap melaksanakan tugas di satuan pendidikan pangan bergizi,” ujarnya, Sabtu 12 Juli 2025.
Ari menambahkan sebanyak 594 orang dari 1.748 peserta menjalani pelatihan di Balikpapan.
Mereka berada di bawah pembinaan Direktorat Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Kejuruan (Dokdikjur) Resimen Induk Daerah Militer VI/Mulawarman (Rindam VI/Mulawarman).
“Sisanya, mengikuti pelatihan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Ia berujar para lulusan akan memimpin dapur-dapur sehat dan bergizi di seluruh Indonesia.
Langkah ini sebagai pelaksana program makan bergizi gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Totalnya akan ada 30 ribu satuan dapur.
“Karenanya mereka harus disiplin, punya karakter kuat, dan mampu memimpin. Semua itu dibentuk lewat pelatihan intensif,” ujarnya.
Setiap kepala dapur SPPG akan memimpin 40 hingga 50 personel di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan SPPI didesain untuk membentuk kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan tanggung jawab sosial.
Bukan Program Biasa
Dalam apel penutupan tersebut, Brigjen Ari turut membacakan sambutan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dimana ia menekankan bahwa SPPI bukan program biasa.
Menurutnya, SPPI ini bagian dari reformasi pertahanan yang menyatu dengan pembangunan nasional. Khususnya dalam penyiapan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini amanah besar. Mereka akan membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Pelatihan ini mencetak pelaksana lapangan yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga memaparkan, secara nasional, SPPI batch 3 diikuti 30.018 peserta yang tersebar di 15 satuan pelatihan (kolat).
Pendidikan dasar militer dilaksanakan sejak 14 April hingga 11 Juni 2025, dilanjutkan pelatihan manajerial dari 12 Juni sampai 12 Juli 2025.
Kepala Regional SPPI Kalimantan Timur Binti Maulina Putri menambahkan, penempatan peserta nantinya akan memperhatikan distribusi dapur dan domisili.
“Kalau di domisili peserta tersedia dapur, maka mereka akan ditempatkan di sana. Namun bila di daerah lain kekurangan tenaga, mereka siap ditugaskan ke luar wilayah,” ujar Binti.
Ia menyatakan bahwa seluruh lulusan sudah dibekali tidak hanya kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kedisiplinan sebagai pelaksana program prioritas nasional.
Pewarta: Hidayat Taulan

















